Senin, 02 Juli 2007

Mimisan atau Epistaksis

Rongga hidung kita kaya dengan pembuluh darah. Pada rongga bagian depan, tepatnya pada sekat yang membagi rongga hidung kita menjadi dua, terdapat anyaman pembuluh darah yang disebut pleksus Kiesselbach. Pada rongga bagian belakang juga terdapat banyak cabang-cabang dari pembuluh darah yang cukup besar antara lain dari arteri sphenopalatina.

Jika pembuluh darah tersebut luka atau rusak, darah akan mengalir keluar melalui dua jalan, yaitu lewat depan melalui lubang hidung, dan lewat belakang masuk ke tenggorokan.

Perdarahan hidung ini lazim disebut mimisan. Orang medisnya menamakannya epistaksis.

Mimisan Depan

Jika yang luka adalah pembuluh darah pada rongga hidung bagian depan, maka disebut 'mimisan depan' (=epistaksis anterior). Lebih dari 90% mimisan merupakan mimisan jenis ini. Mimisan depan lebih sering mengenai anak-anak, karena pada usia ini selapun lendir dan pembuluh darah hidung belum terlalu kuat.

Mimisan depan biasanya ditandai dengan keluarnya darah lewat lubang hidung, baik melalui satu maupun kedua lubang hidung. Jarang sekali perdarahan keluar lewat belakang menuju ke tenggorokan, kecuali jika korban dalam posisi telentang atau tengadah.

Pada pemeriksaan hidung, dapat dijumpai lokasi sumber pedarahan. Biasanya di sekat hidung, tetapi kadang-kadang juga di dinding samping rongga hidung.

Mimisan depan akibat :
  1. Mengorek-ngorek hidung
  2. Terlalu lama menghirup udara kering, misalnya pada ketinggian atau ruangan berAC
  3. Terlalu lama terpapar sinar matahari
  4. Pilek atau sinusitis
  5. Membuang ingus terlalu kuat
biasanya relatif tidak berbahaya. Perdarahan yang timbul ringan dan dapat berhenti sendiri dalam 3 - 5 menit, walaupun kadang-kadang perlu tindakan seperti memencet dan mengompres hidung dengan air dingin.

Beberapa langkah untuk mengatasi mimisan depan:
  1. Penderita duduk di kursi atau berdiri, kepala ditundukkan sedikit ke depan.
    Pada posisi duduk atau berdiri, hidung yang berdarah lebih tinggi dari jantung. Tindakan ini bermanfaat untuk mengurangi laju perdarahan. Kepala ditundukkan ke depan agar darah mengalir lewat lubang hidung, tidak jatuh ke tenggorokan, yang jika masuk ke lambung menimbulkan mual dan muntah, dan jika masuk ke paru-paru dapat menimbulkan gagal napas dan kematian.
  2. Tekan seluruh cuping hidung, tepat di atas lubang hidung dan dibawah tulang hidung. Pertahankan tindakan ini selama 10 menit. Usahakan jangan berhenti menekan sampai masa 10 menit terlewati. Penderita diminta untuk bernapas lewat mulut.
  3. Beri kompres dingin di daerah sekitar hidung. Kompres dingin membantu mengerutkan pembuluh darah, sehingga perdarahan berkurang.
  4. Setelah mimisan berhenti, tidak boleh mengorek-ngorek hidung dan menghembuskan napas lewat hidung terlalu kuat sediktinya dalam 3 jam.
Jika penanganan pertama di atas tidak berhasil, korban sebaiknya dibawa ke rumah sakit, karena mungkin dibutuhkan pemasangan tampon (kasa yang digulung) ke dalam rongga hidung atau tindakan kauterisasi. Selama dalam perjalanan, penderita sebaiknya tetap duduk dengan posisi tunduk sedikit kedepan.

Mimisan Belakang

Mimisan belakang (=epistaksis posterior) terjadi akibat perlukaan pada pembuluh darah rongga hidung bagian belakang. Mimisan belakang jarang terjadi, tapi relatif lebih berbahaya. Mimisan belakang kebanyakan mengenai orang dewasa, walaupun tidak menutup kemungkinan juga mengenai anak-anak.

Perdarahan pada mimisan belakang biasanya lebih hebat sebab yang mengalami perlukaan adalah pembuluh darah yang cukup besar.

Karena terletak di belakang, darah cenderung jatuh ke tenggorokan kemudian tertelan masuk ke lambung, sehingga menimbulkan mual dan muntah berisi darah. Pada beberapa kasus, darah sama sekali tidak ada yang keluar melalui lubang hidung.

Beberapa penyebab mimisan belakang :
  1. Hipertensi
  2. Demam berdarah
  3. Tumor ganas hidung atau nasofaring
  4. Penyakit darah seperti leukemia, hemofilia, thalasemia dll.
  5. Kekurangan vitamin C dan K.
  6. Dan lain-lain
Perdarahan pada mimisan belakang lebih sulit diatasi. Oleh karena itu, penderita harus segera dibawa ke puskesmas atau RS.

Biasanya petugas medis melakukan pemasangan tampon belakang. Caranya, kateter dimasukkan lewat lubang hidung tembus rongga belakang mulut (faring), kemudian ditarik keluar melalui mulut. Pada ujung yang keluar melalui mulut ini dipasang kasa dan balon. Ujung kateter satunya yang ada di lubang hidung ditarik, maka kasa dan balon ikut tertarik dan menyumbat rongga hidung bagian belakang. Dengan demikian diharapkan perdarahan berhenti.

Jika tindakan ini gagal, petugas medis mungkin akan melakukan kauterisasi. Langkah lain yang mungkin dipertimbangkan adalah operasi untuk mencari pembuluh darah yang menyebabkan perdarahan, kemudian mengikatnya. Tindakan ini dinamakan ligasi.

Catatan:
*Kauterisasi : proses untuk menghentikan perdarahan dengan cara membakar pembuluh darah yang sedang berdarah. Kauterisasi kimia menggunakan bahan kimia, yaitu AgNO3, sedangkan kauterisasi listrik menggunakan arus listrik.



NB: Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. Caranya, cukup KLIK disini. Terima kasih ...

Baca juga:

    1 komentar:

    MA.MUDA.com mengatakan...

    Saya mengalami mimisan belakang. Darah keluar memang sering masuk ke tenggorokan. Karena dokter THT d kota saya sedang libur, saya coba periksa ke dokter penyakit dalam. Hasil tes darah dan rontgen normal, tdk ada masalah. Lalu saya disuntik dan diberi obat. Tapi sampai 3 hari minum obat, darah masih sering keluar (3-4 kali sehari) walau volumenya sedikit. Tapi saya tdk merasa ada keluhan lain.
    Apakah mungkin mimisan saya karena tumor,Dok. Sampe sekarang masih keluar tiap hari. Saya mimisan sudah 8 hari.

    Disclaimer

    Semua tulisan yang ada dalam situs CatatanDokter.Com hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasehat, pemeriksaan, diagnosis dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter atau tenaga profesional medis lainnya. Semua informasi mengenai obat-obatan, terapi alternatif, suplemen makanan, dan lain-lain hendaknya tidak digunakan untuk mencegah atau mengobati penyakit. Jika Anda mempunyai masalah medis atau butuh nasehat medis, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda. Kami juga menganjurkan Anda untuk mencari informasi pembanding (second information) terhadap informasi yang ada dalam situs ini. Terima Kasih :)

    BANNER

    blog-indonesia.com




    Sepatah Kata

    Semoga tulisan-tulisan di CatatanDokter.Com dapat menjadi kontribusi kecil untuk sebuah cita-cita besar bangsa ini: 'Rakyat Sehat'.

    Tentang Penulis

    About Me Paisal Zain. Seorang praktisi kesehatan yang mencoba menuangkan pikiran dalam tulisan ilmiah populer kesehatan. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian.



    Kebijakan Copy/Paste

    Seluruh artikel di CatatanDokter.Com dapat dicetak, diperbanyak, dimodifikasi dan didistribusikan secara bebas, dengan tetap mencantumkan sumber artikel yaitu http://CatatanDokter.Com atau URL lengkap artikel tersebut.

    Partisipasi

    Silakan pasang link di bawah ini di website Anda.

    Langgan artikel via Email


    Preview | Powered by FeedBlitz