Kamis, 24 Januari 2008

Endoskopi

Dulu, untuk memeriksa atau mengobati gangguan pada organ tubuh bagian dalam seringkali membutuhkan operasi terbuka. Tetapi, setelah endoskopi digunakan secara luas, operasi terbuka telah jarang dilakukan.
 
Endoskop adalah alat yang digunakan dalam pemeriksaan endoskopi. Alat ini berbentuk pipa kecil panjang yang dapat dimasukkan ke dalam tubuh, misalnya ke lambung, ke dalam sendi, atau ke  rongga tubuh lainnya. Di dalam pipa tersebut terdapat dua buah serat optik. Satu untuk menghasilkan cahaya agar bagian tubuh di depan ujung endoskop terlihat jelas, sedangkan serat lainnya berfungsi sebagai penghantar gambar yang ditangkap oleh kamera. Di samping kedua serat optik tersebut, terdapat satu buah bagian lagi yang bisa digunakan sebagai saluran untuk pemberian obat dan untuk memasukkan atau mengisap cairan. Selain itu, bagian tersebut juga dapat dipasangi alat-alat medis seperti gunting kecil, sikat kecil, dll.

Endoskop biasanya digunakan bersama layar monitor sehingga gambaran organ yang diperiksa tidak hanya dilihat sendiri oleh operator, tetapi juga oleh orang lain di sekitarnya. Gambar yang diperoleh selama pemeriksaan biasanya direkam untuk dokumentasi atau evaluasi lebih lanjut.

Endoskopi tidak hanya berfungsi sebagai alat periksa tetapi juga untuk melakukan tindakan medis seperti pengangkatan polip, penjahitan, dan lain-lain. Selain itu, endoskopi juga dapat digunakan untuk mengambil sampel jaringan jika dicurigai jaringan tersebut terkena kanker atau gangguan lainnya.

Beberapa jenis gangguan yang dapat dilihat dengan endoskopi antara lain : abses, sirosis biliaris, perdarahan, bronkhitis, kanker, kista, batu empedu, tumor, polip, tukak, dan lain-lain.

Prosedur medis yang menggunakan endoskopi mempunyai berbagai macam nama, tergantung jenis dan organ yang diperiksa. Berikut beberapa contohnya :
  1. Thorakoskopi, pemeriksaan pleura, rongga pleura, mediastinum dan perikardium (bagian-bagian paru-paru dan jantung).
  2. Proktoskopi (sigmoidoskopi dan proktosigmoidoskopi), untuk memeriksa rektum dan kolon sigmoid.
  3. Laringoskopi, untuk memeriksa laring (salah satu bagian saluran napas).
  4. Laparoskopi, untuk melihat lambung, hati, dan organ-organ lain di dalam rongga perut.
  5. Gastroskopi, untuk melihat dinding dalam esofagus, lambung, dan usus halus.
  6. Sistoskopi, untuk melihat saluran kencing, kandung kencing dan prostat.
  7. Kolposkopi, untuk memeriksa v dan mulut rahim.
  8. Kolonoskopi, untuk memeriksa usus besar.
  9. Bronkhoskopi, untuk melihat trachea dan cabang-cabang bronkhus (bagian dari saluran napas)
  10.  Arthroskopi, untuk melihat sendi.



NB: Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. Caranya, cukup KLIK disini. Terima kasih ...

Baca juga:

    8 komentar:

    Yudhi Gejali, dr. mengatakan...

    Dok, salam kenal.
    saya izin nge-link ke blog ini yah.

    Dok bahas soal iridologi dong..metode alternatif untuk diagnosis. Lagi nge-trend di masyarakat. Saya udah nyinggung dikit soal itu di artikel di blog saya: "iridologi: suatu kebohongan"

    Mohon tanggapannya.

    Regards.

    Warta Medika mengatakan...

    # stethoscope_guy : Silakan di link. Iridologi, tampaknya topik yang menarik.

    Yudhi Gejali, dr. mengatakan...

    Kalo, dokter setuju ga ama iridologi? mungkin dokter pernah kenal ama praktisinya?

    WartaMedika.Com mengatakan...

    Kalo sama iridologi saya ga setuju. Pasalnya, bukti ilmiah yang mendukung teknik diagnosis ini sangat sedikit. Selama ini belum pernah jumpa dengan praktisinya.

    Ir-One mengatakan...

    permisi dok, papa saya kan mengalami adanya penyumbatan di saluran empedunya, lalu telah dilakukan endoskopi, setelah proses endoskopi tersebut kenapa kondisi fisk tubuh papa saya blm pulih ya??
    apakah pemulihannya butuh waktu lama??

    Anonymous mengatakan...

    Dok.. tanya
    kira kira untuk endoskopis butuh berapa lama?
    dan biaya berapa?

    Terima kasih

    Ivy

    Anonymous mengatakan...

    Dok, kalau ada Kista di adnexa dan kata dokter lebih baik dilakukan pengangkatan, apa bisa dilakukan pengangkatan dengan cara endoskopi?

    Anonymous mengatakan...

    maaf dok mau tanya,utk penyakit liver perlukah endoskopi?jika perlu,apakah endoskopi tsb dibius total?tks

    Disclaimer

    Semua tulisan yang ada dalam situs CatatanDokter.Com hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasehat, pemeriksaan, diagnosis dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter atau tenaga profesional medis lainnya. Semua informasi mengenai obat-obatan, terapi alternatif, suplemen makanan, dan lain-lain hendaknya tidak digunakan untuk mencegah atau mengobati penyakit. Jika Anda mempunyai masalah medis atau butuh nasehat medis, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda. Kami juga menganjurkan Anda untuk mencari informasi pembanding (second information) terhadap informasi yang ada dalam situs ini. Terima Kasih :)

    BANNER

    blog-indonesia.com




    Sepatah Kata

    Semoga tulisan-tulisan di CatatanDokter.Com dapat menjadi kontribusi kecil untuk sebuah cita-cita besar bangsa ini: 'Rakyat Sehat'.

    Tentang Penulis

    About Me Paisal Zain. Seorang praktisi kesehatan yang mencoba menuangkan pikiran dalam tulisan ilmiah populer kesehatan. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian.



    Kebijakan Copy/Paste

    Seluruh artikel di CatatanDokter.Com dapat dicetak, diperbanyak, dimodifikasi dan didistribusikan secara bebas, dengan tetap mencantumkan sumber artikel yaitu http://CatatanDokter.Com atau URL lengkap artikel tersebut.

    Partisipasi

    Silakan pasang link di bawah ini di website Anda.

    Langgan artikel via Email


    Preview | Powered by FeedBlitz