Rabu, 20 Februari 2008

Tes untuk HIV/AIDS

Prinsip tes HIV adalah mendeteksi keberadaan virus HIV atau mendeteksi antibodi terhadap HIV yang dihasilkan tubuh.

Antibodi terhadap HIV baru timbul setelah 2 minggu sampai 6 bulan setelah terjadinya infeksi HIV. Waktu antara terjadinya infeksi dengan mulai munculnya antibodi terhadap HIV disebut serokonversi atau periode jendela (window period). Selama periode ini, infeksi HIV dari penderita masih dapat menulari orang lain, walaupun pemeriksaan antibodi HIV dalam darahnya menunjukkan hasil negatif.

Beberapa tes yang digunakan untuk pemeriksaan HIV adalah :

  • ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay). Tes ini biasanya merupakan tes pertama untuk pemeriksaan HIV. Jika antibodi yang ditemukan positif HIV, maka dilakukan tes lanjutan untuk mengkonfirmasi diagnosis. Tetapi jika ELISA negatif, tes lanjutan biasanya tidak dilakukan.
  • Western blot. Tes ini lebih sulit daripada ELISA. Tes ini dilakukan untuk mengkonfirmasi jika dua tes ELISA sebelumnya menunjukkan hasil positif.
  • PCR (polymerase chain reaction). Pemeriksaan ini bertujuan untuk menemukan materi genetik HIV, jadi bukan antibodi yang dihasilkan oleh HIV. Oleh karena itu, tes ini dapat segera dilakukan pada infeksi yang baru saja terjadi. Sayangnya, tes ini butuh tenaga terampil untuk mengoperasikannya dan peralatannya relatif mahal. Tes PCR biasanya dilakukan jika tes hasil tes antibodi meragukan, atau untuk skrining darah atau organ donor.
  • IFA (indirect fluorescent antibody). Prinsip tes ini juga untuk mendeteksi antibodi HIV. Seperti halnya western blot, tes ini digunakan untuk mengkonfirmasi hasil ELISA. Tes ini lebih mahal dari pada western blot dan jarang digunakan.

Tes biasanya dilakukan 6 minggu, 3 bulan, dan 6 bulan setelah paparan untuk menentukan apakah seseorang telah terinfeksi HIV.




NB: Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. Caranya, cukup KLIK disini. Terima kasih ...

Baca juga:

    1 komentar:

    Anonymous mengatakan...

    saya pernah melakukan hub intim dengan seorg laki2 akan tetapi laki2 tersebut tidak mengeluarkan spermanya dlm v saya,,,,apa saya msih bisa terinfiksi hiv dr hub trsbt??????????

    Disclaimer

    Semua tulisan yang ada dalam situs CatatanDokter.Com hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasehat, pemeriksaan, diagnosis dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter atau tenaga profesional medis lainnya. Semua informasi mengenai obat-obatan, terapi alternatif, suplemen makanan, dan lain-lain hendaknya tidak digunakan untuk mencegah atau mengobati penyakit. Jika Anda mempunyai masalah medis atau butuh nasehat medis, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda. Kami juga menganjurkan Anda untuk mencari informasi pembanding (second information) terhadap informasi yang ada dalam situs ini. Terima Kasih :)

    BANNER

    blog-indonesia.com




    Sepatah Kata

    Semoga tulisan-tulisan di CatatanDokter.Com dapat menjadi kontribusi kecil untuk sebuah cita-cita besar bangsa ini: 'Rakyat Sehat'.

    Tentang Penulis

    About Me Paisal Zain. Seorang praktisi kesehatan yang mencoba menuangkan pikiran dalam tulisan ilmiah populer kesehatan. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian.



    Kebijakan Copy/Paste

    Seluruh artikel di CatatanDokter.Com dapat dicetak, diperbanyak, dimodifikasi dan didistribusikan secara bebas, dengan tetap mencantumkan sumber artikel yaitu http://CatatanDokter.Com atau URL lengkap artikel tersebut.

    Partisipasi

    Silakan pasang link di bawah ini di website Anda.

    Langgan artikel via Email


    Preview | Powered by FeedBlitz