Senin, 24 November 2008

Penyakit Kaki Gajah

Jika pernah melihat penyakit kaki gajah, niscaya anda akan sulit melupakan penyakit ini. Gambarannya memang sangat khas. Penderita kaki gajah, sesuai dengan namanya, mengalami pembesaran kaki, bisa satu atau keduanya. Pembesaran ini tampak tidak proporsional dibandingkan dengan besar tubuh.

Walaupun disebut kaki gajah, penyakit ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan gajah. Malah, 'cuma' berhubungan dengan hewan kecil yaitu nyamuk dan cacing.

Penyakit kaki gajah, atau elephantiasis, atau filariasis, disebabkan oleh salah satu jenis cacing ini: Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, atau Brugia timori.

Saat berada dalam tubuh, cacing akan berkembang biak. Yang aneh, si cacing hanya suka hidup di saluran getah bening (saluran limfe). Jika jumlahnya cukup banyak, maka akan menyumbat saluran getah bening tersebut. Akibatnya, terjadi penumpukan cairan getah bening di daerah sebelum sumbatan (distal). Karena yang paling sering tersumbat adalah daerah pangkal paha, maka yang mengalami pembesaran adalah kaki.

Cacing Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, atau Brugia timori selain dapat hidup di sepanjang saluran getah bening, juga dapat hidup dalam perut nyamuk. Oleh karena itu, nyamuk sangat berperan terhadap penularan. Mula-mula, nyamuk menggigit penderita kaki gajah. Ketika itu, cacing akan berpindah ke perut nyamuk. Jika nyamuk kemudian menggigit orang lain, maka cacing akan masuk ke dalam tubuh orang tersebut.

Obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi kaki gajah antara lain adalah albendazol, ivermectin, dietilkarbamazin, mebendazol, levamisol, dll. Obat-obat ini biasanya cukup efektif, terutama untuk membunuh cacing-cacing tersebut.

Sayangnya, walaupun cacing sudah dibasmi, kaki yang sudah terlanjur membesar tak akan kembali normal lagi. Untuk itu diperlukan operasi. Prinsip operasinya adalah membuang jaringan bawah kulit yang menyebabkan kaki membesar. Operasi kaki gajah biasanya rumit dan membutuhkan waktu yang lama. Hasilnya pun seringkali tidak memuaskan.

Cara terbaik menghadapi penyakit ini adalah pencegahan. Untuk itu, gigitan nyamuk penular harus dihindari. Nyamuk yang membawa cacing filariasis mempunyai kebiasaan menggigit pada petang dan subuh. Jika daerah yang ditinggali merupakan daerah endemis kaki gajah, langkah berikut mungkin berguna untuk mengurangi penularan: tidur menggunakan kelambu, memakai baju lengan panjang dan celana panjang, menggunakan krim antinyamuk pada bagian tubuh yang terbuka, terutama pada saat petang hari atau subuh hari.

Cara pencegahan lain adalah memberi pengobatan massal pada semua penduduk yang ada didaerah endemis. Jika dilakukan rutin setiap tahun, maka biasanya akan menurunkan jumlah penderita yang membawa cacing filaria, selanjutnya menurunkan angka penularan penyakit. Langkah ini merupakan dasar kampanye global pembasmian penyakit kaki gajah.

Bacaan :

  1. Freeyellow.com: Elephantiasis.
  2. Wikpedia: Elephantiasis.
  3. CDC: Lymphatic Filariasis.



NB: Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. Caranya, cukup KLIK disini. Terima kasih ...

Baca juga:

    0 komentar:

    Disclaimer

    Semua tulisan yang ada dalam situs CatatanDokter.Com hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasehat, pemeriksaan, diagnosis dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter atau tenaga profesional medis lainnya. Semua informasi mengenai obat-obatan, terapi alternatif, suplemen makanan, dan lain-lain hendaknya tidak digunakan untuk mencegah atau mengobati penyakit. Jika Anda mempunyai masalah medis atau butuh nasehat medis, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda. Kami juga menganjurkan Anda untuk mencari informasi pembanding (second information) terhadap informasi yang ada dalam situs ini. Terima Kasih :)

    BANNER

    blog-indonesia.com




    Sepatah Kata

    Semoga tulisan-tulisan di CatatanDokter.Com dapat menjadi kontribusi kecil untuk sebuah cita-cita besar bangsa ini: 'Rakyat Sehat'.

    Tentang Penulis

    About Me Paisal Zain. Seorang praktisi kesehatan yang mencoba menuangkan pikiran dalam tulisan ilmiah populer kesehatan. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian.



    Kebijakan Copy/Paste

    Seluruh artikel di CatatanDokter.Com dapat dicetak, diperbanyak, dimodifikasi dan didistribusikan secara bebas, dengan tetap mencantumkan sumber artikel yaitu http://CatatanDokter.Com atau URL lengkap artikel tersebut.

    Partisipasi

    Silakan pasang link di bawah ini di website Anda.

    Langgan artikel via Email


    Preview | Powered by FeedBlitz