18 Juli 2011

Sejarah Penyakit HIV/AIDS

Penyakit HIV/AIDS telah membunuh sekitar 25 juta orang di seluruh dunia sejak ditemukan pertama kali pada tahun 1981. Tetapi angka tersebut bukanlah akhir, karena penderita dan korban HIV/AIDS terus bertambah.

Bagaimana asal mula penyakit mematikan ini?

Dulu, antara tahun 1884 sampai 1924, di suatu tempat di Kinshasa, Afrika Tengah, seorang pemburu membunuh seekor simpanze. Tanpa sengaja, darah hewan tersebut masuk ke dalam tubuh pemburu, kemungkinan lewat luka di bagian tubuh si pemburu. Darah simpanze ternyata mengandung virus HIV. Virus ini sama sekali tidak berbahaya bagi simpanze, tetapi mematikan bagi manusia. Sejak saat itu, virus terus menyebar.

Walaupun sudah lama menyebar dan menyebabkan kematian, baru pada tahun 1981 kasus HIV/AIDS dapat diidentifikasi. Pada bulan Juni, Center for Disease Control (CDC) melaporkan lima orang homoseksual di Los Angeles meninggal karena pneumonia pneumocystis ganas. Pneumonia ini hampir tidak pernah ditemukan pada manusia dengan sistem kekebalan tubuh normal. Pada bulan Juli, CDC kembali melaporkan suatu jenis kanker kulit yang sangat jarang, Sarkoma Kaposi, menyebabkan kematian beberapa orang pria di New York dan California.

Karena ciri khas penyakit baru tersebut adalah disertai turunnya kekebalan tubuh, maka CDC menamainya Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).

Biang keladi AIDS baru ditemukan pada tahun 1983 oleh Luc Montagnier dan Francoise Barre-Sinoussi dari Pasteur Institute serta Jay Levy dari UCSF.

Mulai saat itu, para ilmuwan seakan berlomba dengan penyakit ini. Pencarian obat dan vaksin terus dilakukan serta kampanye pencegahan penularan dilakukan besar-besaran. Syukurlah, walaupun belum mampu memberantas penyakit ini, ledakan penularan bisa ditahan.

Demikian, semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

DISCLAIMER

Semua tulisan yang ada dalam situs CatatanDokter.Com hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasehat, pemeriksaan, diagnosis dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter atau tenaga profesional medis lainnya. Semua informasi mengenai obat-obatan, terapi alternatif, suplemen makanan, dan lain-lain hendaknya tidak digunakan untuk mencegah atau mengobati penyakit. Jika Anda mempunyai masalah medis atau butuh nasehat medis, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda. Kami juga menganjurkan Anda untuk mencari informasi pembanding (second information) terhadap informasi yang ada dalam situs ini. Terima Kasih :)