19.7.11

Sejarah Penyakit HIV/AIDS

Penyakit HIV/AIDS telah membunuh sekitar 25 juta orang di seluruh dunia sejak ditemukan pertama kali pada tahun 1981. Tetapi angka tersebut bukanlah akhir, karena penderita dan korban HIV/AIDS terus bertambah.

Bagaimana asal mula penyakit mematikan ini?

Dulu, antara tahun 1884 sampai 1924, di suatu tempat di Kinshasa, Afrika Tengah, seorang pemburu membunuh seekor simpanze. Tanpa sengaja, darah hewan tersebut masuk ke dalam tubuh pemburu, kemungkinan lewat luka di bagian tubuh si pemburu. Darah simpanze ternyata mengandung virus HIV. Virus ini sama sekali tidak berbahaya bagi simpanze, tetapi mematikan bagi manusia. Sejak saat itu, virus terus menyebar.

Walaupun sudah lama menyebar dan menyebabkan kematian, baru pada tahun 1981 kasus HIV/AIDS dapat diidentifikasi. Pada bulan Juni, Center for Disease Control (CDC) melaporkan lima orang homoseksual di Los Angeles meninggal karena pneumonia pneumocystis ganas. Pneumonia ini hampir tidak pernah ditemukan pada manusia dengan sistem kekebalan tubuh normal. Pada bulan Juli, CDC kembali melaporkan suatu jenis kanker kulit yang sangat jarang, Sarkoma Kaposi, menyebabkan kematian beberapa orang pria di New York dan California.

Karena ciri khas penyakit baru tersebut adalah disertai turunnya kekebalan tubuh, maka CDC menamainya Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).

Biang keladi AIDS baru ditemukan pada tahun 1983 oleh Luc Montagnier dan Francoise Barre-Sinoussi dari Pasteur Institute serta Jay Levy dari UCSF.

Mulai saat itu, para ilmuwan seakan berlomba dengan penyakit ini. Pencarian obat dan vaksin terus dilakukan serta kampanye pencegahan penularan dilakukan besar-besaran. Syukurlah, walaupun belum mampu memberantas penyakit ini, ledakan penularan bisa ditahan.

Demikian, semoga bermanfaat.




Terima kasih sudah membaca artikel "Sejarah Penyakit HIV/AIDS (,)", semoga bermanfaat :)

Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. Caranya, cukup KLIK disini. Terima kasih ...

Baca juga:

    4 komentar:

    liza said...

    sangat bermanfaat dokter. jadi kepingin juga punya blog khusus tentang kesehatan seperti punya dokter, tapi punya liza jarang diupdate :D

    CatatanDokter.Com said...

    @ Liza: Terima kasih komentarnya.
    Makin banyak blog tentang kesehatan makin bagus, karena bisa memberikan nilai tambah pada khalayak. So, ditunggu peluncurannya.

    Konspirasi said...

    Singkat, padat dan berisi! Tapi saran saya, Dokter harus lebih banyak membaca. Banyak penelitian ilmiah yang mengatakan bahwa penularan AIDS di Afrika melalui simpanze adalah kebohongan ilmuwan yang tergabung dalam kelompok "Agen Biologi", yang banyak memproduksi senjata biologi.

    Di laboratorium2 mereka juga antrax diproduksi di bawah kegiatan rahasia militer (CIA). Baca: primeidea.wordpress.com/2012/01/20/dinasti-rothschild-dan-kekejaman-zionisme-bag-1/ ... (Ada 5 bagian keseluruhannya yang saya kutip langsung dari buku The Synagogue of Satan karya Andrew C. Hitchcock). Dan masih banyak lagi sumber-sumber yang bisa dicari di internet yang juga ditulis ilmuwan-ilmuwan Amerika sendiri tentang kebohongan ini. Ini semacam penipuan dengan sebuah tujuan "Pengendalian Jumlah Penduduk Dunia". Kisah yang sama terjadi ketika pembantaian melalui penyebaran campak kepada masyarakat Indian yang dilakukan oleh Jenderal Jeffrey Amherst.

    Tetap semangat menulis!

    Anonymous said...

    tahukah dokter, di luar sana banyak yang menentang hiv adalah penyebab aids? bahkan penemu hiv sendiri yang mendapat nobel 2008 atas penemuannya tersebut, luc montagnier pernah menyatakan "kita bisa terpapar hiv berulang kali tanpa terinfeksi secara kronis, sistem kekebalan tubuh kita akan menyingkirkan mereka dalam beberapa minggu jika kita mempunyai kekebalan tubuh yang kuat". silahkan kunjungi link ini:http://www.youtube.com/watch?v=WQoNW7lOnT4

    Post a Comment

    DISCLAIMER

    Semua tulisan yang ada dalam situs CatatanDokter.Com hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasehat, pemeriksaan, diagnosis dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter atau tenaga profesional medis lainnya. Semua informasi mengenai obat-obatan, terapi alternatif, suplemen makanan, dan lain-lain hendaknya tidak digunakan untuk mencegah atau mengobati penyakit. Jika Anda mempunyai masalah medis atau butuh nasehat medis, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda. Kami juga menganjurkan Anda untuk mencari informasi pembanding (second information) terhadap informasi yang ada dalam situs ini. Terima Kasih :)