Dulu sunat dilakukan dengan cara tradisional, yaitu memotong kulit p dengan pisau atau sembilu. Setelah pemotongan, tidak dilakukan penjahitan. Kadang-kadang pada bekas potongan dioleskan ramuan dengan harapan lebih cepat sembuh.
Saat ini, sunat tradisional sudah mulai ditinggalkan. Masyarakat banyak yang beralih ke sunat modern yang lebih aman dan hasilnya lebih baik.
Sunat modern banyak ragamnya. Mulai dari cara biasa menggunakan gunting bedah, cara listrik (kauter), maupun menggunakan sinar laser. Teknik sunat menggunakan alat potong listrik atau kauter sering disalahartikan oleh sebagian orang dengan menganggapnya sebagai sunat laser. Padahal sunat laser betul-betul menggunakan sinar laser dan jarang sekali dilakukan kecuali di rumah sakit tertentu yang mempunyai alat laser, yang harganya mahal.
Perbedaan sunat kauter dengan sunat biasa
Perbedaannya utamanya adalah pada cara pemotongan. Sedangkan cara pembiusan hampir sama, demikian pula dengan perawatan setelah sunat.
Pada sunat biasa digunakan gunting bedah. Akibatnya perdarahan lebih banyak dan luka lebih lama kering. Selain itu, biasanya dibutuhkan lebih banyak jahitan. Prosedur sunat pun kadang-kadang relatif lebih lama dibanding sunat kauter.
Sedangkan pada sunat kauter, pemotongan kulit p menggunakan kawat yang telah dipanaskan sampai membara dengan aliran listrik. Karena pada saat pemotongan jaringan dan pembuluh darah mengalami pematangan (koagulasi) maka perdarahan relatif lebih sedikit atau bahkan tidak ada. Selain itu, luka pada sunat kauter lebih cepat kering, walaupun demikian bengkaknya lebih lama.
Demikian Sahabat, semoga bermanfaat.
NB: Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. Caranya, cukup KLIK disini. Terima kasih ...
Baca juga:



4 komentar:
apa tidak mengganggu organ tubuh yang lain nya kalau sunat pakai laser?
Assalamualaikum
Maret 26 kemrn putra saya yang berumur 7th telah dikhitan, insyaalloh dg teknik kauter. ( Maaf tdk bs melihat alatnya, krn saat itu saya sibuk menenangkan anak yg menangis)
1. Sudah hampir 1bln, bekas jahitan sdh tdk kelihatan. Akan tetapi mengapa daerah dibawah kepala tetap mengembang. Sehingga mirip jari yg memakai cincin?
Apakah krn mr P putra saya kecil?
2. Sejak khitan hingga hari ini, tiap 1-2 hari sekali, saat kencing akan keluar darah beku, kdg pipis campur darah. Ketika saya tanya, putra saya mengaku tdk sakit. Saya periksakan ke dr anak, tdk ada yg salah dlm pencernaannya, malah menurut beliau.mungkin ada masalah dg hasil hasil khitannya.
Putra saya sempat menunjukkan lubang mr P, dibawahnya lubang tersebut ada sedikit luka spt bibir kering yg pecah2, saat sariawan. Dia bilang mungkin itu yg mengeluarkan darah. Apa bnr begitu dr?
3. Perlu saya tambahkan. Bekas jahitan sdh tdk terlihat, hanya saja selain daerah yg spt cincin tetap mengembang, ada bagianya yg masih NGUPIL. Apakah ini berarti blm kering dr?
Warna mr P putra saya hingga saat ini, masih tetap sama spt sehabis khitan, yaitu merah kusam. Bahkan kering, spt kulit bibir yg pecah2. Luka dibawah lubang mr P jg, benentuk seperti itu.
Saya bingung dan khawatir, kpn bagian yg spt cincin kembali normal? Kpn warna kulitnya bs menjadi pink cerah? Apakah luka di bawah lubang mr P bisa kering dan tertutup swmpurna?
Wassalam
Poskan Komentar