Dispepsia - Catatan Dokter

Post Top Ad

Responsive Ads Here
Dispepsia merupakan Kumpulan gejala berupa nyeri, rasa tidak nyaman yg rekuren atau persisten pada saluran cerna bagian atas (SCBA), bowel habit tdk terganggu yg ditemukan < 12 minggu dlm 12 bulan tanpa perlu berurutan (ROME II Criteria).

Istilah dispepsia tidak dipakai pada keadaan dimana gejala yg timbul disebabkan oleh kelainan yang berasal diluar SCBA, seperti :

Penyakit saluran empedu
Pankreatitis
Sindrom malabsorbsi
Penyakit-penyakit metabolik




Klasifikasi Dispepsia :

1. Dispepsia Organik

tukak peptik, GERD, gastroduodenitis, kanker

2. Dispepsia Fungsional/Dispepsia non-ulcer

Tidak ditemukan kelainan organik, biokimia atau metabolik & endoskopi. Dispepsia jenis ini dibagi dalam 3 subkelompok :
- ulcer like dyspepsia
- dysmotility like dyspepsia
- non spesific-mixed dyspepsia

Mekanisme Patofisiologi yang memicu terjadinya dispepsia :

1. Keterlambatan pengosongan gaster ( Delayed Gastric Emptying )
Gejala-gejala yang akan dirasakan : nausea, vomiting, postprandial, Merasa Penuh (fullness).

2. Gangguan akomodasi (Impaired Accommodation)
Gejala-gejalanya : Cepat kenyang, penurunan berat badan

3. Hipersensitifitas terhadap distensi lambung
Gejala-gejalanya : nyeri epigastrium, bersendawa, penurunan berat badan.

4. Mekanisme lainnya :

Infeksi Helicobacter Pylori : Nyeri epigastrium (epigastric pain)
duodenal lipid/acid hypersensitivity : nausea
Atypical NERD (non-erosive reflux disease) : Nyeri epigastrium
Faktor Psikologis : hipersensitifitas terhadap distensi lambung


Alarm symptomps (tanda-tanda yang bisa dicurigai mengarah ke diagnosa dispepsia) :

Umur rata-rata 45 tahun
Muntah berulang + anoreksia
Perdarahan SCBA (hematemesis/melena) atau anemia dgn sebab/ sumber tidak jelas
Berat badan penderita menurun
Disfagia/ ikterus
Ditemukan massa atau limfadenopati
Penderita yg gelisah (psikoneurosis) akibat gejala yg diderita hilang timbul dan lam
a.

Penanganan :

- Pemberi edukasi kepada pasien terkait dengan dispepsia, termasuk mengurangi makanan, atau obat-obatan yang memperburuk kondisi penderita dispepsia. Contoh : cafein, alkohol, posisi badan setelah makan, obat-obat kortikosteroid, makanan berlemak.


Pengobatan :


- Ulcer like dyspepsia : diberikan pengobatan dengan obat golongan H2 Reseptor Antagonis, Proton Pump Inhibitor (PPI)

to be continued...

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages