15 Februari 2012

Pemeriksaan dahak TBC

Tuberkulosis atau TB (dulu istilahnya TBC) adalah penyakit infeksi yang menyerang paru-paru. Penyebabnya adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis.



Penyakit TB dapat ditentukan (didiagnosis) melalui berbagai macam cara, antara lain pemeriksaan foto rontgen (sinar X), uji kulit, dan analisis dahak.



Pada foto sinar X, biasanya akan tampak kerusakan paru. Dari sini dapat ditentukan apakah TB sedang aktif, atau sudah sembuh dan tersisa jaringan parut saja.



Uji kulit yang paling banyak dilakukan untuk menentukan seseorang telah terkena TB adalah Uji Mantoux. Uji ini dilakukan dengan menyuntikkan sejumlah kecil ekstrak bakteri tuberculosis yang telah dimatikan ke bawah kulit. Jika seseorang tidak terinfeksi TB, maka tidak akan terjadi reaksi pada lokasi suntikan. Sebaliknya, jika seseorang telah terinfeksi TB, maka akan timbul benjolan berwarna kemerahan dengan diameter cukup besar pada lokasi suntikan.



Uji yang paling sering dilakukan dan diakui WHO sebagai standar emas (gold standard) pemeriksaan TB adalah analisis dahak.



Prosedur analisis dahak antara lain adalah:




  1. Pengambilan dahak atau sputum penderita (bukan ludah), sebanyak tiga kali. Diutamakan adalah dahak pagi.

  2. Dahak tersebut sesegera mungkin diperiksa dengan mikroskop. Sebelumnya dilakukan pewarnaan Basil Tahan Asam (BTA) terhadap dahak tersebut.

  3. Pada pemeriksaan mikroskop, biasanya akan tampak kuman tuberkulosis berbentuk batang berwarna merah. Jika demikian, maka pasien positif terkena penyakit TB.

  4. Agar lebih akurat, pemeriksaan BTA dilakukan tiga kali untuk tiga sampel dahak yang berbeda.




Demikian, semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

DISCLAIMER

Semua tulisan yang ada dalam situs CatatanDokter.Com hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasehat, pemeriksaan, diagnosis dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter atau tenaga profesional medis lainnya. Semua informasi mengenai obat-obatan, terapi alternatif, suplemen makanan, dan lain-lain hendaknya tidak digunakan untuk mencegah atau mengobati penyakit. Jika Anda mempunyai masalah medis atau butuh nasehat medis, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda. Kami juga menganjurkan Anda untuk mencari informasi pembanding (second information) terhadap informasi yang ada dalam situs ini. Terima Kasih :)