Sabtu, 09 Juni 2012

Jenis obat sakit kepala

Sepertinya hampir semua kita pernah merasakan sakit kepala. Mulai dari yang ringan-ringan sampai yang berat berdenyut-denyut.

Sakit kepala bukanlah nama penyakit, tapi gejala dari penyakit yang mendasarinya. Penyakit-penyakit tersebut beragam macamnya, mulai dari yang kurang serius seperti tegang otot leher, demam meriang, sampai yang lebih serius seperti darah tinggi, migrain, anemia, dan lain-lain.

Oleh karena hanya ‘efek samping’ dari suatu penyakit, maka pengobatan sakit kepala harus bersamaan dengan pengobatan penyakit yang menyertainya. Misalnya, jika sakit kepalanya karena radang tenggorokan, maka radangnya juga diobati. Jika sakit kepalanya karena hipertensi, maka tekanan darahnya harus diobati juga. Demikian seterusnya.

Berikut beberapa jenis obat sakit kepala:

Asetaminofen atau parasetamol

Obat golongan ini cocok untuk mengobati sakit kepala yang disertai dengan demam; walaupun dapat diberikan pada mereka yang tidak demam. Diantara semua obat sakit kepala, asetaminofenlah yang paling aman buat lambung. Obat ini tidak menyebabkan iritasi sehingga tidak membuat perih lambung.

Walaupun dijual bebas, asetaminofen atau parasetamol hendaknya digunakan dengan hati-hati, terutama pada mereka yang mengalami penyakit lever (hati) dan ginjal.

Ibuprofen

Ibuprofen adalah obat golongan non-steroid antiinflammation drugs (NSAID). Obat ini juga cocok buat sakit kepala yang disertai demam, walaupun efek antidemamnya relatif tidak sekuat asetaminofen. Kadang-kadang ibuprofen dikombinasikan dengan asetaminofen untuk mendapatkan efek maksimal. Efek samping tersering adalah nyeri lambung.

Diklofenak

Seperti ibuprofen, diklofenak juga termasuk NSAID. Ada beberapa jenis, antara lain natrium diklofenak dan kalium diklofenak. Efek samping obat ini adalah nyeri lambung, hilang nafsu makan, perut kembung, dan lain-lain.

Aspirin

Obat ini sudah sangat jarang digunakan untuk mengobati sakit kepala, karena banyak efek samping. Aspirin dapat menyebabkan penyempitan saluran napas, mengiritasi lambung, dan menyebabkan reaksi alergi. Obat ini masih digunakan untuk mencegah serangan jantung koroner, tapi dengan dosis yang sangat rendah.

Sebenarnya masih banyak jenis obat sakit kepala, tapi yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah obat-obat di atas.

Semoga bermanfaat :)


NB: Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. Caranya, cukup KLIK disini. Terima kasih ...

Baca juga:

    0 komentar:

    Disclaimer

    Semua tulisan yang ada dalam situs CatatanDokter.Com hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasehat, pemeriksaan, diagnosis dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter atau tenaga profesional medis lainnya. Semua informasi mengenai obat-obatan, terapi alternatif, suplemen makanan, dan lain-lain hendaknya tidak digunakan untuk mencegah atau mengobati penyakit. Jika Anda mempunyai masalah medis atau butuh nasehat medis, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda. Kami juga menganjurkan Anda untuk mencari informasi pembanding (second information) terhadap informasi yang ada dalam situs ini. Terima Kasih :)

    BANNER

    blog-indonesia.com




    Sepatah Kata

    Semoga tulisan-tulisan di CatatanDokter.Com dapat menjadi kontribusi kecil untuk sebuah cita-cita besar bangsa ini: 'Rakyat Sehat'.

    Tentang Penulis

    About Me Paisal Zain. Seorang praktisi kesehatan yang mencoba menuangkan pikiran dalam tulisan ilmiah populer kesehatan. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian.



    Kebijakan Copy/Paste

    Seluruh artikel di CatatanDokter.Com dapat dicetak, diperbanyak, dimodifikasi dan didistribusikan secara bebas, dengan tetap mencantumkan sumber artikel yaitu http://CatatanDokter.Com atau URL lengkap artikel tersebut.

    Partisipasi

    Silakan pasang link di bawah ini di website Anda.

    Langgan artikel via Email


    Preview | Powered by FeedBlitz