Sabtu, 30 Juni 2012

Vetsin: Amankan bagi tubuh?

MSG adalah bahan penambah cita rasa yang hampir setiap hari kita konsumsi. Tengoklah komposisi mi instan yang kita santap atau makanan ringan yang kita makan. Sebagian besar mengandung monosodium glutamat (MSG), kadang-kadang ditulis mononatrium glutamat. Natrium adalah kata yang lazim digunakan di Indonesia untuk mengganti kata sodium.

Vetsin. MSG tidak hanya ditemukan pada makanan buatan pabrik, tetapi juga pada makanan tradisional misalnya bakso, mie basah atau goreng, sayur, dan sebagainya. Bahkan, takaran penggunaan vetsin (yang bahan bakunya adalah MSG) pada makanan tersebut cenderung tidak terukur atau hanya berdasarkan perasaan saja.

Glutamat pertama kali ditemukan oleh Ritthausen dari Jerman di tahun 1866, sedangkan Profesor Kikunae Ikeda dari Tokyo Imperial University pada tahun 1907 untuk pertama kalinya berhasil mengesktrak kristal asam glutamat dari air kaldu sejenis rumput laut (Jepang: kombu broth). Rasa kristal asam glutamat ini dinamakannya "umami". (IGIS, 2007)

Banyak publikasi menunjukkan tingkat keamanan penggunaan MSG dalam makanan. FDA (Food and Drug Administration, semacam BPOMnya Amerika Serikat) mengkategorikan MSG sebagai Generally Recognized As Safe (GRAS), yaitu MSG aman untuk pemakaian tak berlebih, seperti halnya garam, soda, dll (US-FDA,1995). Pada tahun 1987, the Joint Expert Committee on Food Additives (JECFA) dari United Nations Food and Agriculture Organization (FAO) dan World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa monosodium glutamat itu aman. Di tahun 1991, the European Commission's Scientific Committee for Food (SCF) menegaskan kembali keamanan monosodium glutamat. Begitu pula Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB) dalam laporannya kepada FDA pada tahun 1995, menyebutkan bahwa monosodium aman untuk dikonsumsi. (IGIS,2007)

Tetapi beberapa kalangan menuding bahwa MSG dapat menjadi pencetus timbulnya berbagai macam masalah kesehatan.

Pada beberapa orang yang sensitif, MSG dapat menyebabkan sakit kepala, mual, lemas, dan nyeri leher bagian belakang. Beberapa diantaranya mengeluh sesak dan perubahan denyut jantung. MSG yang berlebihan juga dihubungkan dengan “Chinese Restaurant Syndrome”, yaitu kumpulan gejala yang timbul setelah makan masakan restoran. Gejala tersebut antara lain kebas, jantung berdebar, lemas, sakit kepala, gangguan tidur, nyeri perut, gangguan penglihatan, dsb (DoctorNDTV, 2005).

MSG juga dianggap sebagai salah satu bahan eksitotoksin, yaitu bahan yang dapat merusak sel otak, terutama pada daerah hipotalamus. Rusaknya daerah hipotalamus dapat berakibat gangguan pertumbuhan, kegemukan, perawakan pendek, dan gangguan reproduksi. Meningkatnya kegemukan di masyarakat disinyalir berasal dari efek eksitotoksin ini. (Veracity, 2005).

Beberapa percobaan pada tikus juga menunjukkan efek negatif MSG. Penelitian yang dilakukan oleh Bellhorn RW dkk menunjukkan bahwa MSG mengganggu pertumbuhan pembuluh darah retina mata. Penelitian yang dilakukan Singh K dan Ahuwalia menyebutkan peningkatan bermakna peroksida lipid pada pembuluh darah arteri.

Scientific Paper tentang Eksitotoksin dan Saraf dapat ditemukan di http://www.dorway.com/blayenn.html (Bahasa Inggris).

Referensi :
  1. DoctorNDTV (2005) : Does monosodium glutamate (MSG) harm the food in any way?. http://www.doctorndtv.com/
  2. International Glutamate Information Service – IGIS (2007) : Penemuan, Keamanan Monosodium Glutamat. http://indonesia.glutamate.org/
  3. US Food and Drug Administration (1995). FDA and Monosodium Glutamate (MSG). http://www.cfsan.fda.gov/
  4. Veracity D (2005) : The link between monosodium glutamate (MSG) and obesity. http://www.newstarget.com/



NB: Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. Caranya, cukup KLIK disini. Terima kasih ...

Baca juga:

    0 komentar:

    Disclaimer

    Semua tulisan yang ada dalam situs CatatanDokter.Com hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasehat, pemeriksaan, diagnosis dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter atau tenaga profesional medis lainnya. Semua informasi mengenai obat-obatan, terapi alternatif, suplemen makanan, dan lain-lain hendaknya tidak digunakan untuk mencegah atau mengobati penyakit. Jika Anda mempunyai masalah medis atau butuh nasehat medis, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda. Kami juga menganjurkan Anda untuk mencari informasi pembanding (second information) terhadap informasi yang ada dalam situs ini. Terima Kasih :)

    BANNER

    blog-indonesia.com




    Sepatah Kata

    Semoga tulisan-tulisan di CatatanDokter.Com dapat menjadi kontribusi kecil untuk sebuah cita-cita besar bangsa ini: 'Rakyat Sehat'.

    Tentang Penulis

    About Me Paisal Zain. Seorang praktisi kesehatan yang mencoba menuangkan pikiran dalam tulisan ilmiah populer kesehatan. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian.



    Kebijakan Copy/Paste

    Seluruh artikel di CatatanDokter.Com dapat dicetak, diperbanyak, dimodifikasi dan didistribusikan secara bebas, dengan tetap mencantumkan sumber artikel yaitu http://CatatanDokter.Com atau URL lengkap artikel tersebut.

    Partisipasi

    Silakan pasang link di bawah ini di website Anda.

    Langgan artikel via Email


    Preview | Powered by FeedBlitz