Buang Air Kecil Tidak Puas - Catatan Dokter

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Buang Air Kecil Tidak Puas

Share This
Buang Air Kecil Tidak Puas


Jika ada pasien datang dengan keluhan Buang air kecil tidak puas, maka ada beberapa kemungkinan penyebab keluhan :


A. Penyebab Karena Infeksi
B. Penyebab Non Infeksi : Benign Prostat Hiperplasia, Tumor Urogenital, Lower Urynary Track Syndrome.

Algoritma Kasus Buang Air Kecil Tidak Puas


Pada Artikel kali ini kami akan membahas penyebab keluhan pasien buang air kecil tidak puas karena infeksi.

Infeksi Saluran Kemih


Infeksi saluran kemih disebabkan oleh bakteri pathogen. Penyakit infeksi ini merupakan penyakit infeksi tersering kedua sesudah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan merupakan penyakit paling sering pada traktus urogenitalia kemudian menyusul batu dan pembesaran prostat. Penyebab infeksi tersering adalah infeksi nosokomial tersering (40-60%).

Ada hubungan erat antara saluran kemih dengan genitalia pria. Penyakit ini dibagi menjadi infeksi saluran kemih dan infeksi genitalia pria. Bisa ditemukan kuman yang sama pada dua tempat berbeda.

Patogenesis

Infeksi saluran kemih melalui :

- Asenderen dari urethra
- Lymphogen dari organ sekitar
- Hematogen dari mana-mana
- Kontaminasi/infiltrasi langsung

Infeksi dari kateter melalui :

- Antara kateter dengan meatus urethra
- Sambungan kateter dengan urine bag
- Pembuangan urine dari urine bag

Klasifikasi

Klassifikasi Infeksi Saluran Kemih dari EAU (European Association of Urology) dan IDSA (Infectius Society of America) :

1. Infeksi Saluran Kemih
  • Infeksi Saluran Kemih non komplikata akut terutama ♀ 
  • Pielonefritis non komplikata akut
  • ISK komplikata
  • Bakteri uria asimptomatik
  • ISK rekurens
  • Uretritis
  • Urosepsis
2. Infeksi Traktus Genitalia Pria :
  • Prostatitis
  • Epididimitis
  • Orchitis
Pembagian Klasifikasi Infeksi Saluran Kemih Berdasarkan ada Tidaknya Komplikasi :


1. Non Kompilkata

Merupakan Infeksi Saluran Kemih yang tidak memiliki faktor resiko untuk infeksi (predisposisi) pada saluran kemih baik karena :
  • Faktor Struktural
  • Faktor Fungsional
  • Penyakit lain yang mengakibatkan resiko infeksi atau kegagalan pengobatan seperti Diabetes Melitus, Daya tahan tubuh yang menurun.
2. Komplikata

Merupakan infeksi saluran kemih yang memiliki abnormalitas/kelainan (predisposisi) berupa :
  • Struktural
  • Fungsional
  • Penyakit yang mengakibatkan resiko infeksi atau kegagalan pengobatan
Membuktikan adanya ISK harus dilakukan secara Diagnostik. Selain gejala-gejala klinik, ada 2 parameter penting Infeksi Saluran Kemih pada pemeriksaan laboratorium :

  • Urinalysis : Lekosit/bakteri
  • Kultur urine : bakteri

Untuk Infeksi Saluran Kemih yang komplikata harus ditemukan adanya faktor resiko.


Pemeriksaan Urine


1. Urine segar

- Periksa paling lambat 2 jam pertama. Kalau terpaksa disimpan dalam kulkas dengan suhu 40C paling lama 24 jam
- Diambil pagi
- Caranya Pengambilan sampel :

Punksi supra pubik
Punksi dari kateter
Urine porsi tengah (Mid Steam Urine = MSU)
Cara yang paling mudah dan paling sering dipakai : MSU

2. Pemeriksaan Laboratorium/Mikroskopik Urine

- Leukosit urine + bakteri
- Kultur urine bakteriologik
- Dianggap Bermakna, bila :
  • Leukosit ≥ 10/LPB
  • Bakteri koloni yang timbul > 100.000 koloni/ml
  • Leukosit < 2/LPB : normal
  • 3 sampai < 10 : kemungkinan – kontaminasi bakteri
  • Bila ditemukan bakteri satu/lebih, lakukan kultur
  • Koloni yang tumbuh < 1.000 koloni/ml kemungkinan ada kontaminasi dari flora normal di urethra
  • Bila didapatkan Koloni yang tumbuh antara 1.000 – 100.000, kemungkinan kontaminasi belum dapat disingkirkan ulangi kultur dengan sampel urine yang baru
  • Bila jumlah jenis bakteri lebih dari 3 jenis kemungkinan urine sudah terkontaminasi

Yang mempengaruhi jumlah kuman :

- Kondisi hidrasi pasien
- Frekwensi berkemih
- Pemberian antibiotik sebelumnya

Pola Kuman dan Resistensi

Perlu diketahui pola & resistensi kuman dalam pemberian obat secara empiris sebelum ada hasil kultur. Diluar negeri, biasa ditemukan bakteri berikut :

- Infeksi non hospital :
  • E.Coli 85% 
  • Proteus Klebsiella
  • Enterobacter faecalis
  • Staphyloceus sapirophyticus
- Nosokomial (Infeksi Didapat di Rumah Sakit :

  • E.Coli (60%)
  • Enterobacter faecalis 
  • Klebsiella Citrobacter 
  • Serratia Pseudomonas
  • Aeroginosa Providensua
  • Staphylococcus epidermidis
Di Indonesia ( Jakarta-Bandung-Surabaya) Berturut-turut :
  • E.Coli 
  • Klebsiella pneumonia
  • Pseudomonas sp
  • Straphylococcus epidermidis
  • Enterobacter aerogenesa
 
Pengobatan Empiris


Berikan antibiotik salah satu bakteri diatas --> sebelum hasil kultur dan sensitivity test
Bila ada hasil sensitivitas test, obat yang telah diberikan ternyata resisten :

- Kalau perkembangan kurang baik --> hentikan dan ganti
- Bila perkembangan klinis baik --> teruskan


Gejala-Gejala dan Tanda-Tanda

1. Gejala irritatif :
- Disuria
- Frekwensi tapi sedikit
- Urgency
- Nyeri supra pubis

2. Sering didahului dengan hubungan seksual (Honeymoon cystitis)
3. Tetap harus dicari faktor resiko (predisposisi) :

- Divertikel urethra
- Discharge vagina
- Prostatitis dari pasangannya

Penatalaksanaan

1. Diagnosa ditegakkan dengan kultur > 100.000 koloni/ml --> tapi laporan Stamm (1982) terdeteksi hanya 51%.
2. Pemeriksaan lain :

> 100 koloni/ml sensitivitasnya : 95%
spesifitasnya : 85%

> 1.000 koloni/ml sensitivitasnya : 90%
spesifisitasnya : 80%

3. Keperluan kultur masih diperdebatkan karena seringkali hasil kultur ada setelah pengobatan selesai diberikan

4. Pengobatan

Antibiotika secara empiris selama 3 hari
Dosis tunggal responnya kurang baik
Pemberian lebih dari 3 hari kadang mengakibatkan komplikasi/resistensi kuman

5. Follow Up

Lakukan Pemeriksaan urinalysa pasca pengobatan




Referensi

- Widjoseno-Gardjito. Saluran Kemih dan Alat Kelamin Lelaki. In: Sjamsuhidajat R, Jong WD, editors. Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2003.

- Tanagho EA. Anatomy of Genitourinary Tract. In: Tanagho EA, McAninch JW, editors. Lange Smith’s General Urology 17th Edition. USA: McGraw Hill; 2008



Terima kasih telah mengunjungi dan membaca artikel di website kami. Untuk mengikuti Update Artikel Kami, bisa dilakukan dengan Cara Subscribe Via Email atau Like Fanpage Kami atau melalui Aplikasi Berikut :

Line : https://line.me/R/ti/p/%40jfu9740t atau @jfu9740t

Telegram : https://t.me/catatandokter atau @catatandokter






Anda Mungkin Juga Menyukai Artikel Ini


loading...


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages