Malaria - Catatan Dokter

Post Top Ad

Responsive Ads Here
Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa parasit Plasmodium ( genus plasmodia, family plasmodidae, dan order Coccidiidae ) yang hidup dan berkembang biak di dalam eritrosit manusia. Plasmodium ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles betina. Protozoa ini paling banyak menyebar di wilayah tropis dan subtropis seperti Amerika, Asia, dan Afrika.


Ciri-ciri nyamuk anopheles adalah sebagai berikut : 

1. Bentuk tubuh kecil dan pendek.
2. Pada saat hinggap membentuk sudut 90.
3. Warna tubuh cokelat kehitaman.
4. Bentuk sayap simetris.
5. Berkembangbiak di air kotor atau tumpukan sampah.

Jenis-Jenis Nyamuk Anopheles yang biasa menjadi vektor plasmodium :

1. Anopheles Sundaicus, nyamuk perantara malaria di daerah pantai.
2. Anopheles Aconitus, nyamuk perantara malaria daerah persawahan.
3. Anopheles Maculatus, nyamuk perantara malaria daerah perkebunan, hutan, dan
pegunungan.


Penyakit ini awalnya banyak ditemukan di daerah rawa-rawa dan dikira disebabkan oleh kondisi udara rawa yang buruk sehingga dinamakan Malaria ( Mal = Jelek, Aria = Udara ). Namun, perkembangan ilmu kedokteran atau medis membantah hal tersebut.

Malaria maupun penyakit yang menyerupai malaria telah diketahui ada selama lebih dari 4.000 tahun yang lalu. Malaria dikenal secara luas di daerah Yunani pada abad ke-4 SM dan dipercaya sebagai penyebab utama berkurangnya penduduk kota. Penyakit malaria sudah dikenal sejak tahun 1753, tetapi baru ditemukan parasit dalam darah oleh Alphonse Laxeran tahun 1880. Untuk mewarnai parasit, pada tahun 1883 Marchiafava menggunakan metilen biru sehingga morfologi parasit ini lebih mudah dipelajari. Siklus hidup plasmodium di dalam tubuh nyamuk dipelajari oleh Ross dan Binagmi pada tahun 1898 dan kemudian pada tahun 1900 oleh Patrick Manson dapat dibuktikan bahwa nyamuk adalah vektor penular malaria.

Pada tahun 1890 Giovanni Batista Grassi dan Raimondo Feletti adalah dua peneliti Italia yang pertama kali memberi nama dua parasit penyebab malaria pada manusia, yaitu Plasmodium vivax dan Plasmodium malariae. Pada tahun 1897 seorang Amerika bernama William H. Welch memberi nama parasit penyebab malaria tertiana sebagai Plasmodium falciparum dan pada 1922 John William Watson Stephens menguraikan nama parasit malaria keempat, yaitu Plasmodium ovale.

Ada 4 Jenis Plasmodium pada Manusia :

1. Plasmodium Falciparum masa inkubasi 7-14 hari. Parasit ini menyebabkan penyakit malaria cerebral  atau malaria tertiana maligna atau malaria tropika dengan manifestasi klinis demam yang tidak teratur dengan disertai gejala terserangnya bahkan memasuki fase koma dan kematian yang mendadak.

2. Plasmodium Vivax masa inkubasi 8-14 hari. Parasit ini menyebabkan malaria tertiana benigna. Penderita biasanya demam pada hari ketiga. Pada kondisi yang berat, parasit ini bisa menyebabkan terjadinya malaria pernisiosa dimana penderita akan mengalami gejala yang dapat timbul sangat mendadak, mirip Stroke, koma disertai gejala malaria yang berat

3. Plasmodium Ovale masa inkubasi 8-14 hari. Parasit ini menyebabkan malaria ovale. Tidak ditemukan di Indonesia.

4. Plasmodium Malariae masa inkubasi 7-30 hari. Parasit menyebabkan terjadinya malaria quartana. Biasanya pasien merasakan demam pada hari keempat. Jarang ditemukan di Indonesia.

Plasmodium Falciparum dan Plasmodium Vivax merupakan jenis yang paling sering dijumpai, namun jenis Plasmodium falciparum adalah jenis yang paling mematikan.


Epidemiologi


Malaria merupakan penyakit yang mengancam jiwa. Setiap 30 detik seorang anak meninggal akibat malaria. Terdapat setidaknya 247 juta kasus malaria pada tahun 2006 dan setidaknya 1 juta jiwa berakhir dengan kematian yang sebagian besar dialami oleh anak-anak Afrika.

Berdasarkan The World Malaria Report 2010, sebanyak lebih dari 1 juta orang termasuk anak-anak setiap tahun meninggal akibat malaria dimana 80% kematian terjadi di Afrika, dan 15% di Asia (termasuk Eropa Timur). Secara keseluruhan terdapat 3,2 Miliyar penderita malaria di dunia yang terdapat di 107 negara. Malaria di dunia paling banyak terdapat di Afrika yaitu di sebelah selatan Sahara dimana banyak anak-anak meninggal karena malaria dan malaria muncul kembali di Asia Tengah, Eropa Timur dan Asia Tenggara. Di Indonesia, sebagai salah satu negara yang masih beresiko Malaria (Risk-Malaria), pada tahun 2009 terdapat sekitar 2 juta kasus malaria klinis dan 350 ribu kasus di antaranya dikonfirmasi positif. Sedangkan tahun 2010 menjadi 1,75 juta kasus dan 311 ribu di antaranya dikonfirmasi positif. Sampai tahun 2010 masih terjadi KLB dan peningkatan kasus malaria di 8 Propinsi, 13 kabupaten, 15 kecamatan, 30 desa dengan jumlah penderita malaria positif sebesar 1256 penderita, 74 kematian. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2009, dimana terjadi KLB di 7 propinsi, 7 kab, 7 kec dan 10 desa dengan jumlah penderita 1107 dengan 23 kematian.

Patofisiologi

Secara patofisiologi, infeksi malaria di dalam tubuh manusia terjadi melalui 2 tahapan :

1. Tahapan Eksoeritrocitic :

Pada saat nyamuk menggigit manusia, plasmodium infektif berada pada fase sporozoit. Dalam waktu 45 menit, sporozoit akan menuju ke hati dan sebagian kecil sisanya akan mati di darah.

Sporozoit yang sampai di hepar (liver) akan mengalami perkembangan aseksual (intrahepatic shcizogony/pre-erythrocytes schizogony). Perkembangan ini membutuhkan waktu 5,5 hari untuk plasmodium falciparum dan 15 hari untuk plasmodium malariae. Setelah sel parenkim hati terinfeksi, terbentuk sizont hati yang apabila pecah akan mengeluarkan banyak merozoit ke sirkulasi darah. Bentuk inilah yang kemudian masuk ke dalam aliran darah dan menginfeksi sel–sel darah merah. Pada plasmodium vivax dan ovale, sebagian sporozoit didalam sel hati membentuk hipnozoit yang dapat bertahan sampai bertahun-tahun, dan bentuk ini yang akan menyebabkan relaps pada malaria.

2. Tahapan Erithrocitik :

Setelah berada dalam sirkulasi darah, merozoit akan menyerang eritrosit dan masuk melalui reseptor permukaan eritrosit. Pada Plasmodium vivax, reseptor ini berhubungan dengan faktor antigen duffy Fya dan duffy Fyb. Hal ini menyebabkan individu dengan golongan darah duffy negatif tidak terinfeksi malaria vivax. Reseptor untuk P.falciparum diduga suatu glycophorins, sedangkan pada P.malariae dan P.ovale belum diketahui.



Tanda dan Gejala Penyakit Malaria



To be continued....

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages