Anatomi Cavitas Oris - Struktur - Catatan Dokter

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Anatomi Cavitas Oris - Struktur

Share This
Berbicara tentang Gastroenterohepatologi berarti kita berbicara tentang organ-organ sistem Digestivus ( pencernaan ) seperti Gaster ( Lambung ), organ hepar (Hati), dan beberapa organ cavitas abdominalis ( rongga pperut ) lainnya.

Sistem digestivus


Digestion is the process by which food is broken down into smaller pieces so that the body can use them to build and nourish cells and to provide energy. Digestion involves the mixing of food, its movement through the digestive tract (also known as the alimentary canal), and the chemical breakdown of larger molecules into smaller molecules. Every piece of food we eat has to be broken down into smaller nutrients that the body can absorb, which is why it takes hours to fully digest food. (dikutip dari http://www.emedicinehealth.com/anatomy_of_the_digestive_system/article_em.htm by Marianne Rieser with Coauthor: Sandeep Mukherjee, MD, MB, BCh)

Organ-organ yang terlibat dalam sistem digestivus ini mulai dari organ-organ di cavitas oris ( rongga mulut ) sampai ke organ-organ cavitas abdominalis plus saluran defekasi sebagai saluran pengeluaran sisa/ampas hasil pencernaan.



Cavitas oris mempunyai batas-batas lokasi sebagai berikut :


* Sebelah Cranial (atas) : berbatas dengan tepi inferior nasal (hidung)
* Sebelah Lateral (tepi) : berbatas dengan plica nasolibialis
* Sebelah Caudal (bawah) : berbatas dengan mentum ( dagu )

Bentuk cavitas oris akan sangat ditentukan oleh beberapa hal : Labium superior et inferior ( bibir atas dan bawah ), processus alveolaris maxila et mandibula, serta bentuk gigi incicivus.

Rima oris sendiri dibatasi Labium superior et inferior. Labium ini bertemu di angulus oris ( sudut mulut ) membentuk commissura labiorum. Labium dibentuk dari kulit yang merupakan mukosa dari musculus orbicularis oris.

Daerah cavitas oris yang dibatasi oleh Dentes, processus alveolaris, gingiva akan menjadi : vestibulum oris dan cavitas oris proprius.

Vestibulum oris dibatasi oleh Labium dan Bucca. Labium yang melekat pada gingiva di linea mediana dinamakan dengan frenulum labii superioris (atas) dan frenulum labii inferioris (bawah). di dalam vestibulum inilah terdapat muara ductus excretorius glandula parotis (saluran ekskresi kelenjar parotis), tepatnya di bagian Molar III.

Cavitas oris proprius dibatasi oleh Arcus dentalis ( di bagaian ventrolateral/tepi depan tubuh), oropharynx ( bagian dorsal/belakang tubuh ), Pallatum durum et molle-Pallatum durum dan Pallatum Molle (di bagian Cranial-arah atas tubuh), dan di 2/3 bagian anterior Lingua + refleksi mucosa dari facies inferior dan lateral Lingua.

Palatum

Palatum merupakan "atap" dari cavitas oris dan "lantai" dari cavitas nasi. terbagi atas 2 macam. Palatum durum yang terletak di 2/3 bagian anterior dan palatum molle yang terletak di 1/3 bagian posterior. Palatum melekat pada Basis cranii dengan perantaraan M.tensor veli palatini dan M.levator veli palatini. Tepi posteriornya, di linea mediana terdapat UVULA.

Musculus tensor veli palatini mempunyai bentuk seperti kipas dengan origo : facies lateralis cartilaginis tubae auditoria, fossa scaphoidea, dan spina sphenoidalis serta berakhir di tepi posterior palatum durum. Sedangkan musculus levator veli palatini berbentuk bundar dengan origo : facies medialis pars cartilaginis tubae auditoria dan facies inferior apex pars petrosa ossis temporalis dan berakhir di (Insertio) di aponeurose palatini.

Palatum molle dibentuk oleh aponeurose palatini yang merupakan tendo dari musculi tensor veli palatini. Pada tepi posteriornya terdapat reseptor gustatorius. Dari sisi dorso lateral terdapat arcus palatoglossus (musculus palatoglossus), arcus palatopharyngeus (musculus palatopharyngeus), tonsila palatina.

Musculus palatoglosus sendiri mempunyai origo di sisi lateral dan dorsum dari linguae, arah caudo-dorsal. Sedangkan Insertio-nya di aponeurose palatini. Sedangkan musculus palatopharyngeus ber-origo di palatum durum dan aponeurose palatini dan ber-insersi di tepi dorsal cartilago thyroidea dan dinding pharynx.

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages