Konsep Homeostasis - Catatan Dokter

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Konsep Homeostasis

Share This
Ilustrasi
Setiap sel dalam tubuh manusia terlibat dalam upaya mempertahankan keseimbangan internal yang dinamis dan terus menerus yang dinamakan homeostasis. Dalam ilmu kedokteran tradisional Cina (Traditional Chinese Medicine) hal ini dikenal dengan istilah Yin Yang (Teorinya bisa dibaca di Teori Yin dan Yang).

Setiap perubahan di tingkat seluler dapat mempengaruhi seluruh aktivitas tubuh. Ketika terjadi gangguan homeostasis akibat rangsangan eksternal-seperti cedera, kekurangan nutrien, atau invasi parasit atau organisme lainnya maka itulah yang menyebabkan terjadinya penyakit (illness).

Ada 3 struktur dalam otak yang bertanggung jawab mempertahankan homeostasis tubuh :


1. Medulla Oblongata (Bagian dari Susunan Saraf Pusat), bagian pada batang otak yang berkaitan dengan berbagai fungsi vital, seperti respirasi dan sirkulasi.

2. Kelenjar Hipofisis, yang mengatur fungsi kelenjar lain dan melalui pengaturan ini , mengendalikan pertumbuhan, maturasi, dan produksi.

3. Formasio Retikularis, yaitu suatu jalinan sel-sel saraf (nukleus) dan serabut saraf di dalam batang otak (brain stem) serta medula spinalis yang membantu mengontrol semua refleks vital seperti fungsi kardiovaskuler dan respirasi (Ingat !!! Fungsi refleks).

Homeostasis dipertahankan melalui mekanisme umpan balik (feedback) yang diatur sendiri oleh tubuh. Mekanisme ini terdiri dari 3 komponen :

 1. Sensor, yang mendeteksi adanya gangguan pada homeostasis (yang disebabkan oleh impuls saraf atau perubahan kadar hormon).

2. Pusat kontrol dalam sistem saraf pusat yang yang menerima sinyal dari sensor dan mengatur respon tubuh terhadap gangguan pada homeostasis (dengan memulai mekanisme efektor)

3. Efektor yang bekerja untuk memulihkan homeostasis.

Ada 2 Jenis Umpan Balik :

1. Umpan balik Positif yang menggerakkan sistem menjauhi homeostasis dengan cara menggalakkan perubahan dalam sistem tersebut.
Contoh : Jantung akan memompa dengan frekuensi dan kekuatan yang lebih tinggi (melebihi normal) ketika seseorang berada dalam keadaan syok. (Ingat !!! menaikkan sesuatu agar kembali ke homeostasis)

2. Umpan balik Negatif yang bekerja memulihkan homeostasis dengan cara memperbaiki defisit yang terjadi pada sistem.
Contoh : Ketika terjadi peninggian kadar glukosa maka tubuh akan menurunkan (Ingat !!! menurunkan sesuatu agar kembali ke homeostasis) kadar glukosa ke nilai normal dengan cara meningkatan produksi insulin oleh pankreas, sehingga dapat mengembalikan keadaan glukosa ke keadaan normal dan memulihkan homeostasis.


NB : Ditulis berdasarkan referensi dengan sedikit penambahan penjelasan oleh penulis webblog (Hanafi Idris, S.Ked).

Referensi :

Kowalak, Jennifer P, dkk.Buku Ajar Patofisiologi (Professional Guide to Pathophysiology).Jakarta : EGC.2011;hal.1-2

1 comment:

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages