Slider 1 mini Slider 2 mini

Sunday, May 22, 2016

Lembaran Untuk Bidadari Bagian 2

Filled under:

Sayang, tahukah dirimu betapa terkagumnya abang dengan caramu bertutur tentang kehidupan. Engkau tidak hanya bercerita tentang rentetan peristiwa, tetapi juga bertutur tentang keterlibatan Allah dalam setiap peristiwa kehidupanmu. Inilah yang abang kagumi, caramu bertutur tentang Allah. Dengan mendengarmu, abang seolah melihat Allah dalam alur cerita, melihat wujud-Nya dalam keelokan peranannya. Dengan mendengarmu, abang seolah diajak untuk mengenal Allah lebiiih baik. Duhai Rabbi, sungguh aku bertemu dengan hamba yang lebih mengenal-Mu daripada diriku mengenal-Mu, hamba yang lebih dekat dengan-Mu daripada diriku dengan-Mu. Maafkanlah segala keterjauhanku dengan-Mu. Ya Rabbul 'Izzati, Berikanlah ia hidayah agar bisa istiqomah tetap bersama-Mu.

Sayang, Ingatkah kamu saat beberapa kali engkau menangis, menginsafi kealpaanmu kepada Allah ? Engkau menangis karena merasa kurang bersyukur dengan nikmat Allah, kurang ridho dengan takdir Allah, sering mengeluh sama Allah dan berbagai masalah interaksimu dengan-Nya. Duhai Allah, balaslah tangisnya dengan keridhoan-Mu mengaruniainya dengan kebaikan dan surga serta keistiqomahan agar ia semakin dekat dengan-Mu.

Sayang, ingatkah kamu saat abang membantumu menyelesaikan apa yang tidak sempat kamu selesaikan, merancang rencana-rencana dakwiy bersama di sepetak ruangan ? Itulah kita, abang dan dirimu, sebagai sebuah tim kehidupan untuk beroleh surga. Semoga Allah mengaruniai kita dengan anggota tim yang lebih banyak lagi. Anggota tim yang memiliki semangat dan cita-cita yang lebih besar dari kita ya, dinda.

Sayang, ingatkah saat dirimu bergumam,
"Abang, bisakah kita sedekat ini sampai tua...
"Abang, apa abang mencintai adek ?
"Abang,  jangan tinggalkan adek ya...

Abang tidak tahu persis kenapa pikiran itu melintasi dan meresahkan jiwamu. Tapi ingatlah sayang, tak pernah terlintas dipikiran abang bayangan kekasih selain dirimu. Tak pernah terpikir 'tuk pergi meninggalkanmu. Bukan hanya sampai tua, tapi sampai jasad ini tak lagi bernyawa. Biar Allah dan orang-orang mukmin melihat perjanjian abang dalam reka aksara cinta ini.

"Dan jika seorang istri khawatir suaminya benci atau berpaling dari dirinya, tidaklah salah mereka berdua melakukan perdamaian (perjanjian) dengan sebenar-benarnya dan perdamaian (perjanjian) itu lebih baik. Akan tetapi, nafsu itu memiliki sifat kikir. Jika kamu berbuat baik dan bertakwa, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Apa yang kamu perbuat" (Q.S An-Nisa : 128)

Sayang, Ingatkah dirimu saat dirimu bertanya tentang cela dirimu yang abang dapati pada dirimu. Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang abang sendiri enggan untuk menjawabnya. Dan bukankah Rasulullah saw pernah bersabda ;

" Dari Abu Salamah, dari Aisyah ra, ia berkata, "Seorang perempuan tua pernah datang kepada Nabi Saw. Beliau menghormatinya dan memuliakannya. Saya berkata,"Demi bapakku, tuan dan ibuku, sesungguhnya tuan telah melakukan sesuatu terhadap perempuan tua ini yang tidak pernah tuan lakukan kepada orang lain sebelumnya. Beliau bersabda,"Perempuan tua ini dahulu pernah datang kepada kami semasa khadijah hidup. Ketahuilah olehnya bahwa sesungguhnya menjaga kecintaan (mengenang kebaikan orang) termasuk iman." (H.R Baihaqi)

Maka, abang hanya ingin mengingat kebaikan-kebaikanmu, keutamaan-keutamaanmu, kelembutan sikap dan hatimu, dan berbagai hal indah dari dirimu agar cinta ini tetap terjaga dan mendapat ridho-Nya. That's me and I can accept you just the way you are, what about you ?


24 Dzulqaidah 1436 H / 7 September 2015

Posted By Freelance Writer10:03 PM

Monday, April 25, 2016

Perubahan di Negeri Kebab

Filled under:

Berikut ini adalah catatan perjalanan Ketua Umum BAZNAS Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc saat mengunjungi Turki.






***

Cerita yang mengagumkan bukan tentang gemerlap kota Istambul yang mencolok terlihat dari pesawat apabila melintasi Eropa, atau para wanitanya yang berwajah elok, tapi tentang kehidupan relijius yang semakin pesat luar biasa.

Turki benar-benar berubah 180 derajat sejak dipimpin Presiden Erdogan. Hal yang sangat menakjubkan adalah suasana keagamaan rakyat Turki yang begitu antusias. Sekarang masjid-masjid sangat ramai dengan pemuda yang beribadah dan juga kegiatan keislaman. TERUTAMA yang paling mengagumkan adalah ketika waktu SHALAT SUBUH datang, masjid di Turki sangat penuh sesak dengan jamaah yang didominasi KAUM MUDA , suasana yang mirip dengan di Indonesia, pada shalat Jum'at.

Dr. Didin mengingat kembali ketika dirinya berkunjung ke Turki sekitar tahun 1990-an, saat itu Turki masih sangat sekuler. Jangankan waktu shalat subuh, dikala adzan maghrib pun tidak ada yang pergi shalat berjamaah.

"Saat itu saya shalat hanya dengan istri dan anak, sebab tiada jamaah setempat yang datang." jelas Dr Didin.
Luar biasa dan yang lebih mencengangkan para remaja Turki ke masjid dengan mobil-mobil mewah di parkir di halaman masjid” ungkapnya.

Selain tingkat religiusitas masyarakat Turki yang menjadi lebih baik, kondisi ekonomi Turki saat ini juga sangat berkembang pesat. Tanpa bantuan pinjaman luar negeri pemerintah Turki sanggup membangun, membuat perubahan signifikan dan mampu bersaing dengan negara maju dunia.

Peringkat ekonomi Turki melompat tinggi sekali dari 111 menjadi peringkat 16 dunia, sehingga saat ini Turki masuk daftar 20 negara kuat (G20). Pendapatan perkapita penduduk pun naik dari $3.500 USD (2003)..
menjadi $11.000 USD (2013).. dan terus menanjak.

Pemerintah Turki sebelumnya serius mencanangkan 3 Program Nasional yaitu:
1. Gerakan Shalat Subuh berjamaah di Masjid.
2. Gerakan Infaq Sedekah.
3. Gerakan Ekonomi Umat.

Program terobosan GERAKAN shalat SUBUH berjamaah di MASJID memperoleh sambutan luar biasa dari masyarakat, dengan hasil mencengangkan. Shalat subuh menjadi sangat ramai seperti  shalat jumat di Indonesia.

Tentu saja keberkahan shalat subuh berjamaah mendapatkan hasil di luar nalar, dibuktikan dengan teratasinya berbagai kesulitan nasional Turki yang sebenarnya tidak mudah, apalagi Eropa beberapa tahun lalu menderita krisis ekonomi.

Apa kabar dengan Indonesia kita.. ?! 

Kapan negeri yang berpenduduk mayoritas Muslim ini menjadi negeri yang berelijius tinggi.. ?!
Semoga tak lama lagi.

Tolong bantu bagikan agar banyak muslimin mengambil  manfaat, ibrah/pelajaran serta hikmah dari fenomena menarik ini.

Jangan lupa bagikan info ini..
Agar semua MUSLIM INDONESIA TERGERAK hatinya untuk melaksanakan SHUBUH berjamaah di MASJID, karena Allah sendiri yang menjamin kehidupan orang-orang yang mau bergegas shalat berjam'ah dimasjid. Dan shalat yang PALING  BERAT adalah shalat SHUBUH berjamaah di MASJID.

Posted By Freelance Writer7:00 PM

Friday, April 22, 2016

Kondisi Wanita di Surga

Filled under:

Penulis : Sulaiman Ibn Sholih al Kharasy
Penerjemah: Abu Ukasyah Wahyu al-Munawy
Judul Asli : Ahwaalun Nisaa Fil Jannah

Seorang wanita tidak akan telepas dari beberapa kondisi berikut ketika hidup di dunia:

1. Meninggal dunia sebelum ia menikah
2. Meninggal setelah ditalak oleh mantan suaminya dan belum menikah lagi
3. Seorang wanita bersuami akan tetapi suaminya tidak masuk surga bersamanya [na’udzu billah]
4. Meninggal dunia setelah menikah
5. Suaminya meninggal dunia, sehingga dia hidup sendiri tanpa suami sampai meninggal dunia
6. Suaminya meninggal dunia kemudian dia menikah dengan laki-laki lain.

Ini adalah keadaan-keadaan yang terjadi pada wanita di dunia, dan setiap keadaan akan di jumpai di surga.

1. Adapun wanita yang meninggal dunia sebelum menikah, maka kondisi ini akan dinikahkan oleh Allah azza wajalla di surga dengan laki-laki penduduk dunia, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Di surga tidak ada yang hidup melajang.” (HR: Muslim).

Syaikh Utsaimin rahimahullah berkata, "Jika seseorang belum menikah di dunia, maka Allah akan menikahkannya di surga dengan seseorang yang menyejukkan pandangannya di surga, sesungguhnya kenikmatan-kenikamatan di surga tidak terbatas pada seorang laki-laki saja, akan tetapi kenikamatan itu untuk laki-laki dan juga wanita. Dan diantara kenikmatan itu adalah azzawaj (pasangan).

2. Kondisi wanita yang juga telah di talak oleh suaminya, kemudian tidak menikah sampai ia meninggal dunia juga seperti point pertama.

3. Kondisi wanita yang suaminya tidak masuk surga, juga seperti kondisi yang pertama.

Syaikh Utsaimin rahimahullah berkata,” seorang wanita, jika ia adalah wanita penghuni surga lantas ia belum menikah atau suaminya bukanlah seorang penghuni surga, maka jika wanita itu telah masuk surga di sana ada laki-laki dari kalangan laki-laki dunia dunia yang belum menikah. Maka wanita itu akan menikahi salah seorang diantara mereka.

4. Adapun seorang wanita yang meninggal setelah ia menikah, maka ia di surga bersama dengan suaminya yang telah ditinggalkannya itu.

5. Kondisi wanita yang suaminya meninggal dunia, kemudian setelah itu dia tidak menikah sampai ia meninggal dunia, maka suaminya itu akan mennjadi suaminya di surga.

6. Kondisi seorang wanita yang suaminya meninggal dunia, kemudian ia menikah setelah itu (setelah masa habis masa iddahnya-Pent), maka ia akan bersama dengan orang yang terakhir ia nikahi. Walau suaminya banyak. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,” seorang wanita adalah milik pasangan terakhirnya.” (Silsilah al ahadiitsu ash shohihah karya syaikh al Bani rahimahullah).

Begitu pula berdasarkan perkataan hudzaifah radhiyallhu ‘anhu pada istrinya,” jika engkau ingin menjadi istriku di surga kelak maka janganlah engkau menikah setelah aku meninggal dunia, karena sesungguhnya seorang wanita  di surga adalah milik suaminya yang terakhir di dunia. Oleh karena itu Allah mengharamkan istri-istri Nabi untuk menikah (semoga Allah senantiasa meridhaoi mereka) setelah nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mennggal dunia, karena mereka adalah istri-istri nabi di surga.

Walahu a’lam bish showab.

Sumber link:
http://www.almunawy.com/2014/04/keadaan-keadaan-wanita-dunia-di-surga.html?m=1

Sumber Asli: saaid.net

Posted By Freelance Writer1:48 AM
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...