Slider 1 mini Slider 2 mini

Thursday, September 29, 2016

Nonton Channel Video Kedokteran Youtube

Banyak sarana belajar yang bisa digunakan d era digital ini. Mulai dari audiobook, kindle ebook, bahkan tutorial dan materi pelajaran atau kuliah yang dibuatkan dalam bentuk video. Nah, bagi teman-teman yang butuh video-video kedokteran, bila kunjungi channel youtube ini. Silakan klik disini



Beberapa Playlist di channel video kedokteran ini :


1. Mechanical Events of Cardiac Cycle
2. Estimating Jugular Venous Pressure
3. Coronary Artery Bypass Graft
4. 3D Medical Animation Heart Attack from Atherosclerosis
5. Reflexology
6. Chemical Synaptic Transmission
7. The Sliding Filament Theory of Muscle Contraction
8. Respiration
9. Peristalsis
10. Menstrual Cycle
11. Eritrocyte Flow
12. Endocytosis
13. The Cross Bridge Cycle
14. Counter Current Multiplier
15. Chemotaxis
16. Cardiac Cycle
17. Kussmaul's Breathing
18. Retrograde Wire Intubation
19. The Art of Assisting
20. Suture and Technology
21. Subcuticular Sutures
22. Mattress Suture
23. Interruptured Suture
24. Continuous Suture
25. Action Potential
26. Transmission Synaptic in Muscle
27. Tying At Depth
28. Surgeon Knot
29. Slip Knot
30. Instrument Tied Reef Knot
31. Two Hand Reef Knot
32. One Hand Reef Knot
33. Common Fault Knot
34. Schiatic Nerve Block
35. Inspekulo Examination
36. CVP Installation - Swan Ganz Catheter
37. Neurotransmitters
38. NEJM Pelvic Examination
39. NEJM Parasintesis
40. NEJM Orotracheal Intubation
41. CVP Line By NEJM
42. Chest Tube By NEJM
43. Micro Circulation
44. Lumbar Puncture
45. Intubation Endotracheal
46. Introducing IV Cannula Made Easy
47. Internal Jugular Vein Catheter Insertion
48. How the Body Works The Regions of the Brain
49. Gas Dilution
50. Foley Manometer
51. Examination Larinx and Pharinx
52. ENT General Examination
53. ENT Ear Examination - Otoscopy
54. Emergency Life Support First Aid and Cardiopulmonary Resuscitation 2
55. Emergency Life Support First Aid and Cardiopulmonary Resuscitation 1
56. Combined Spinal or Epidural for Obstetric Anesthesia
57. Chest Tube
58. Central Venous Catheterisation Video
59. Brain surgery in awake patient
60. Awake Craniotomy Surgery With a Smile
61. Anesthesia and Brain Monitoring
62. Alveolar Pressure
63. Airway - Technique
64. Acupuncture Reduces Pain
65. Acupuncture for Pregnancy
66. A STROKE
67. Others


dan kemungkinan akan masih bertambah terus list-nya. Dengan sarana ini, teman-teman bisa belajar dimana saja dan kapan saja (yang penting mau dan ada koneksi internet...he...he...). Tunggu apalagi. Nonton Videonya disini.


Malas nonton nya secara online ??? Sekarang video youtube sudah bisa di download. Gimana caranya ??? Silakan baca disini

Posted By Freelance Writer7:24 PM

Monday, August 22, 2016

Medical Errors - Penyebab Kematian Tertinggi Ketiga di Amerika Serikat

Filled under: ,

Dokter dan segala perlengkapan yang digunakannya sering dianggap sebagai "Dewa Penyelamat" bagi orang sakit. Namun hal itu tidak sepenuhnya benar. Di Amerika Serikat, negara yang dianggap maju dari segi teknologi kedokteran bahkan merupakan masyarakat dengan budaya ilmiah serta sistem pendidikan yang bagus, ternyata juga tidak bisa menghasilkan produk dokter yang betul-betul mumpuni.

Dalam sebuah laporan jurnal ilmiah, BMJ, disebutkan bahwa "Medical errors" sebagai penyebab kematian ketiga di negara adidaya ini., setelah penyakit jantung dan kanker. Penulis, Martin Makary MD MPH yang merupakan profesor di bidang bedah dari Johns Hopkins University School of Medicine in Baltimore, menyebutkan bahwa "medical errors" seharusnya menjadi prioritas utama untuk dijadikan penelitian.

Namun, informasi yang akurat dan transparant dari kejadian "medical Errors" tidak tercatat secara akurat dalam catatan kematian yang biasanya didokumentasikan CDC untuk me-rangking penyebab kematian dan menetapkan prioritas dalam penanganan masalah kesehatan. Penyebab kematian yang dicantumkan dalam sertifikat kematian biasanya dibuat berdasarkan pengkodean yang sudah ditetapkan dalam aturan ICD sehingga penyebab kematian seperti kesalahan manusia dan sistem tidak tercantum dalam catatan.

Hal ini tidak hanya terjadi di Amerika Serikat. Berdasarkan WHO, 117 negara mengkode statistik mortalitas berdasarkan aturan ICD sebagai indikator status kesehatan di negaranya.

Penulis menganjurkan pelaporan yang lebih baik agar bisa mengetahui seberapa besar skala kesalahan dan merumuskan strategi untuk mengatasinya.

"Dr Makary mengatakan, "Saat ini, kanker dan penyakit jantung mendapatkan banyak perhatian tetapi karena "medical errors" tidak muncul dalam daftar CDC, akhirnya permasalahan ini tidak mendapatkan pendanaan dan perhatian yang cukup.

Beliau menambahkan : "Insidensi rates untuk kematian yang disebabkan langsung oleh perawatan medis belum diakui dalam metode standar untuk mengumpulkan data statistik nasional. Sistem koding kesehatan didesain untuk memaksimalkan penagihan untuk jasa dokter bukan untuk mengumpulkan data statistik kesehatan nasional."

Peneliti melakukan memeriksa 4 penelitian yang menganalisis data laju kematian dari tahun 2000 sampai tahun 2008. Lalu, dengan menggunakan data admisi rumah sakit tahun 2013, mereka memprediksi, berdasarkan 35.416.020 rawat inap, 251.454 kematian disebabkan oleh "medical error".

Angka itu merupakan 9,5% dari total jumlah kematian tiap tahun di US dan menjadikannya lebih banyak dari penyebab kematian ketiga sebelumnya, respiratory distress.

Strategi Untuk Melakuka  Perubahan

Penulis menyarankan beberapa perubahan :

1. Membuatnya lebih Visible.
Beliau mengatakan dengan membuat kesalahan itu lebih visible akan membuat efeknya dapat lebiih dipahami. 
2. Mencantumkan dalam sertifikat kematian pertanyaan apakah komplikasi yang menyebabkan kematian pasien dapat dicegah.

3. Rumah Sakit menyelenggarakan investigasi independen yang cepat dan efisien terhadap kematian untuk menentukan apakah terdapat kesalahan medis mempunyai peran dalam penyebab kematian.

4. Standardisasi pengumpulan data dan pelaporan juga diperlukan untuk akurasi gambaran nasional terhadap permasalahan.

Jim Rickert, MD, seorang ortopedist di Bedford, Indiana, dan presiden dari  The Society for Patient Centered Orthopedics, tidak terkejut dengan fakta ini. Beliau bahkan mengatakan, hal itu tidak hanya terjadi dalam penanganan pasien rawat jalan, tapi juga pada pasien rawat inap. Menurut beliau, kebanyakan orang menganggap remeh resiko kesalahan dalam penanganan medis. Beliau juga setuju dengan penambahan informasi dalam sertifikat kematian yang memberikan informasi adanya kesalahan medis.

Penulis mengakui, kesalahan manusia memang merupakan sesuatu yang tidak dapat terelakkan, namun kita dapat lebih baik dalam menilai masalah, untuk merancang sistem yang lebih aman sehingga dapat mengurangi frekuensi, visibilitas, dan konsekuensi medical errors."

Penulis juga menambahkan, kesalahan yang terjadi kebanyakan tidak disebabkan oleh kapasitas dokter yang jelek namun karena sistem atau SOP penanganan pasien yang gagal.

BMJ. Published online May 3, 2016.


Sumber : Medscape

Posted By Freelance Writer8:48 PM

Monday, July 18, 2016

Sekilas Tentang Buku Kumpulan Hadits Ibnu Rajab

Filled under:

Kumpulan hadits Al-Hafidz Ibnu Rajab Rahimahullah dituangkan dalam karyanya Jami'ul 'Ulum Wal Hikam (Panduan Ilmu dan Hikmah). Kitab ini berisi 50 hadits yang beliau jabarkan penjelasannya.

Awalnya, Imam, Hafidz, dan Syaikhul Islam Taqiyuddin Abu Amr Utsman bin Musa AsySyarzuri terkenal dengan sebutan Ibnu Ash-Shalah yang wafat pada tahun 643 H, menyusun buku yang ia beri judul Al-Ahaadits Al-Kulliyah yang menghimpun haditshadits komprehensif yang dikatakan bahwa poros agama berputar di atasnya dan di atas kalimat-kalimat komplit dan singkat yang semakna dengannya. Buku tersebut memuat dua puluh enam hadits.

Kemudian faqih, imam, orang zuhud, dan orang panutan Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An-Nawawi atau Imam An-Nawawi yang wafat pada tahun 676 H, mengambil hadits-hadits yang disusun Ibnu Ash-Shalah, menambahkan hadits-haditsnya hingga berjumlah empat puluh dua hadits, dan menamakannya Al-Arbain. Di kemudian hari, buku Al-Arbain yang disusun Imam An-Nawawi menjadi terkenal, banyak dihapal, dan Allah membuatnya bermanfaat karena keikhlasan penyusunnya dan kebaikan maksudnya. Semoga Allah Ta'ala merahmatinya.

Kemudian Al-Hafidz Ibnu Rajab Rahimahullah menambahkan delapan hadits lain dari hadits-hadits komprehensif (Jawami'ul kalim) ke dalam buku Al-Arbain, mencakup banyak sekali ilmu dan hikmah, hingga hadits tersebut berjumlah lima puluh hadits. Setelah itu, Al-Hafidz Ibnu Rajab melakukan istikharah kepada Allah - demi memenuhi permintaan pencari ilmu - untuk menyusun buku yang mengandung syarah (penjabaran) makna-makna hadits-hadits tersebut sesuai dengan kemudahan yang diberikan Allah Ta'ala kepadanya dan menentukan kaidah hadits-hadits tersebut seperti yang dibukakan Allah kepadanya.

Di syarah-nyaini, Al-Hafidz Ibnu Rajab memahamkan hadits-hadits nabawiyah, menjelaskan kata-kata asing dan makna-maknanya, menerangkan hadits-hadits yang sejenis dengannya, menjelaskan hukum-hukumnya, fiqh dan perbedaan pendapat para ulama di dalamnya. Jadi, buku Ibnu Rajab ini termasuk buku syarah hadits terbaik yang sampai kepada kita, paling banyak urgensinva, dan paling sarat manfaatnya.


Sumber : Diambil dari Kata Pengantar Buku Panduan Ilmu dan Hikmah (Terjemahan Kitab Jami'ul 'Ulum Wal Hikam)

Posted By Freelance Writer5:32 AM
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...