Cara Mengubah Moral dan Pemahaman Nilai Seseorang - Catatan Dokter

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Cara Mengubah Moral dan Pemahaman Nilai Seseorang

Share This
Apakah Anda mengenal seseorang yang bermasalah moralnya ? Pada tulisan kali ini, akan kami uraikan pengantar teknik psikologi yang bisa digunakan untuk memperbaiki orang-orang yang mempunyai masalah dalam tatanan moral dan nilai. Kepercayaan dan nilai dibentuk untuk membenarkan masa lalu kita, merasionalisasikan perilaku kita saat ini dan menjelaskan segala peristiwa dan keadaan dalam kehidupan kita.

Ada 2 jenis nilai; yaitu nilai makna dan nilai tujuan. Untuk mencapai nilai tujuan, misalnya kebahagiaan, seseorang menempatkan prioritas pada nilai makna yang akan menolongnya mencapai tujuan akhirnya. Ada yang menjadikan uang sebagai nilai makna, adapula yang menjadikan keluarga sebagai nilai makna. Maka, orang yang menganggap uang menjadi nilai makna akan menganggap uang menjadi penting karena kebahagiaan sebagai nilai tujuannya penting. Demikian pula halnya dengan orang yang menganggap keluarga sebagai nilai makna dan kebahagiaan sebagai nilai tujuannya.

Nah, jika kepercayaan dasar yang menghubungkan hal tersebut-ini akan menghasilkan itu-diubah, maka nilai makna akan menjadi tidak penting dan turun nilainya. Dengan kata lain, Anda harus membentuk kembali kepercayaan yang menghubungkan dua nilai tersebut. Misalnya, Ada orang yang yang percaya bahwa uang akan mendatangkan kebahagiaan. Ketika Anda berhasil mengubah sudut pandangnya sehingga menganggap bahwa kepercayaan itu salah maka prioritasnya akan berubah, begitu juga perilakunya setelah itu.

Solusi psikologis kita adalah memecah-mecah kepercayaan itu, memutus ikatan emosionalnya. Misalnya, statistik menunjukkan ada 90 % kemungkinan bahwa wanita yan sering melakukan seks bebas dan gampang diajak melakukan hubungan seks, melacur, atau keduanya, pernah mengalamai siksaaan seksual ketika masih gadis atau remaja. Untuk bisa menerima apa yang telah menimpanya, dia terpaksa, meskipun secara tidak sadar, mengurangi arti penting peristiwa tersebut dengan melunturkan nilai kesucian hubungan seksual. Sehingga melakukan hal jelek berupa seks bebas menjadi sesuatu yang biasa saja bagi mereka karena pehamamannya terhadap nilai kesucian itu telah berubah.

Melalui serangkaian teknik psikologis, anda dapat mengubah kalkulasi bawah sadar itu sehingga akan lebih mudah bagi jiwa untuk mempercayai secara berbeda, dan dengan demikian, orang tersebut secara alami akan memilih jalan yg berbeda. Jika Anda bisa menyingkirkan kebutuhan untuk berpegang pada suatu keyakinan maka tidak peduli seberapa dalam keyakinan itu tertanam, perilaku yang melekat padanya akan turut mencair.

Teknik 1 : Tes "1 Juta Dollar"

Tes ini mencoba mempertentangkan antara 2 nilai yang ada dan dianggap penting oleh orang yang menjadi objek perubahan.

Contoh :

Seorang pebisnis yang selalu mementingkan keuntungan akan mengorbankan ego nya untuk mendapatkan keuntungan yang diinginkan. Ketika pehamamannya yg rasial dipertentangkan dg pilihan antara mendapatkan keuntungan maksimal dengan tidak memperkerjakan ras tertentu yang dia benci, maka berdasarkan penelitian dia akan memperkerjakan orang tersebut.

Teknik 2 : Konsensus Pintu-Belakang

Penelitian membuktikan bahwa ketika kita menyuarakan sebuah opini, apakah kita mempercayai kebenarannya atau tidak, pada waktunya kita akan mendukung opini tersebut. Jadi, pada teknik ini kita akan menanamkan sebuah opini untuk mencapai nilai baru dari yg bersangkutan. Untuk menanamkan opini ini pihak yang bersangkutan bisa diajak diskusi atau berdebat.

Contoh :

Untuk mengubah pandangan seorang cewek yang gampangan bisa dilakukan dengan mengajaknya berdiskusi mengenai betapa banyaknya efek negatif dari sikapnya tersebut. Kita bisa menggunakan data-data statistik untuk meyakinkannya dan dilakukan secara berulang-ulang, terus menerus, sampai dia berubah. Tentunya hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencari tahu causa dari sikapnya tersebut. Karna jika ternyata yang dilakukannya krn efek kompensasi dari kekerasan seksual maka dibutuhkan tenaga yang lebih ahli untuk membantu menanganinya.


Teknik 3 : Konsistensi Citra


Seseorang akan cenderung mempertahankan citranya ketika itu menjadi nilai lebih dan menjadi sesuatu yang membuat orang kagum terhadap kita. Jika org lain berpikiran baik tentang kita, itu akan membantu kita untuk berpikir lebih baik tentang diri kita sendiri. Oleh karena itu, kita sering, secara tidak sadar, terdorong untuk tidak mengecewakan mereka.

Ubahlah cara orang memandang dirinya dengan mebiarkan mereka tahu bahwa Anda percaya bahwa mereka itu baik dan bermoral, dan itulah persisnya yang membuat Anda menghormatinya.


Contoh :

Orang yang sering menggunakan barang orang lain tanpa ijin. Seharusnya sahabatnya bisa merubahnya dengan mengatakan :

"Kautahu benar apa artinya menjadi teman yang menghormati barang orang lain. Seperti saat kamu ingin meminjam mobilku, meskipun kuncinya masih menancap dan kamu bisa mengambilnya begitu saja. Aku ingin kauthau, aku benar-benar
meghargaimu dalam hal itu."

Hal itu mestinya cukup membuat Joan sadar untuk meminta ijin dulu sebelum mengambil apapun di masa medatang. Hal ini karena keinnginannya untuk mewujudkan citra yang sahabatnya harapkan darinya. Walaupun dorongan itu akan muncul secara tidak disadarinya. Sahabatnya melihatnya dari sudut pandang tertentu dan dia akan berusaha melindungi citra dirinya yang positif ini.



Teknik 4 : Konsensus Umum

Friederich Nietzsche pernah berkata, "kewarasan dalam diri seorang individu itu langka, tetapi dalam kelompok, partai, bangsa, dan zaman, itu pasti ada.

Pada teknik ini, perilaku atau moral seseorang yang jelek dirubah dengan cara mengubah komunitas lingkungannya ke lingkungan dengan nilai moral yang doharapkan (Konsensus nilai komunitas). Pada zaman jahiliah arab, membunuh anak perempuan itu adalah hal biasa karna dianggap aib dan dilakukan oleh seluruh komunitas masyarakatnya. Maka, karena itu adalah nilai yang menjadi konsensus masyarakatnya, tidak ada orang yang merasa bersalah melakukannya. Ketika peradaban mereka dirubah oleh nilai-nilai islam, maka pemahaman mereka terhadap tindakan itupun berubah. Ada nilai baru yang menjadi konsensus bersama. Sehingga membunuh anak perempuan itu sangat dibenci, bahkan mereka kemudian sangat menghargai perempuan.

Contoh lain, pemerintah yang melarang orang mencoret-coret di dinding dapat dibenarkan untuk mencegah orang lain yang awalnya kontra dengan tindakan tersebut berubah menjadi oknum yang melakukan tindakan coret-coretan. Hal ini karena berubahnya nilai sebagai akibatnya semakin banyaknya orang yang melakukan tindakan tersebut (Konsensus bersama terhadap nilai yang baru).

Sehingga identitas pribadi akan sangat terkait dengan kondisi lingkungan kita; teman-teman kita, tempat tinggal kita, tempat-tempat yang sering kita datangi dan sebagainya.

Jadi, untuk mengubah moral jelek seseorang,  bisa dilakukan dengan cara memindahkan mereka kedalam lingkungan atau komunitas yang lebih baik agar terbentuk tatanan nilai yang baru dalam dirinya..

Teknik 5 : "Mengangkat Palang"

Teori ini dilakukan dengan cara mengangkat harga diri orang yang "bermasalah", baru kemudian mengoreksi perbuatan jelek yang dilakukannya. Ingat, kita tidak menegur orangnya, namun hanya mengoreksi perbuatannya. Dengan teknik ini kita tidak menghukum seseorang karena perilaku buruknya, namun melimpahinya dengan pujian, kemudian secara sambil lalu sebutkan perilaku yang tidak terpuji sebagai sesuatu yang mungkin tidak apa-apa jika dilakukan oleh orang lain, namun tidak pantas jika dilakukan oleh orang yang begitu baik seperti dirinya

Misal : Mengubah seorang murid yang suka mencontek. Maka, hal pertama yang dilakukan oleh gurunya seharusnya mengajaknya bicara "empat mata". Memuji dirinya misalkan dengan mengatakan bahwa dia anak yang pintar, hebat, punya potensi yang bagus untuk bisa sukses, dan sebagainya. Lalu di akhir pembicaraan sebelum berpisah, sang guru mengatakan "Banyak anak-anak yang sesekali mencontek di kelas dan itu adalah perbuatan yang tidak baik. Namun, aku tahu itu pasti bukan kamu. Sampai jumpa besok (sambil tersenyum).

Teknik ini sederhana, namun cukup mumpuni untuk bisa berhasil.

 Referensi :

Liebermann, David J.2008.Agar Siapa Saja Mau Berubah Untuk Anda. Jakarta : Serambi

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages