Dokter Overtime - Catatan Dokter

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Dokter Overtime

Share This
Inilah kisah drama hidup seorang dokter yang dalam masa pendidikan. Pergi pagi pulang pagi, rutinitas keseharian yang ia jalani. Kadang sehari dua hari atau bahkan berhari-hari menyepi di rumah sakit meninggalkan istri. Bekerja 24 jam bahkan lebih ia lakoni tanpa henti.

Setiap hari menjalani jadwal dinas yang kadang bersahutan dengan jadwal jaga menjadi melodi indah yang mengharmoni.

Setiap hari beraktivitas. Sering kehilangan waktu istirahat, baginya hal yang lumrah. Dinas, jaga, dinas lagi dan jaga lagi. Kurang tidur bahkan kadang lupa makan. Bagi kami, waktu tidur lebih berharga daripada waktu makan. Mungkin karena itu juga, sebagian besar Rumah Sakit tempat ia bertugas tak menyediakan makanan untuk Sang Dokter Overtime. Mungkin takut malah memubazirkan dana Rumah Sakit.

Ia sering mengatakan bahwa apa yang ia lakukan adalah demi kemanusiaan, Pro Humaniti, Tapi ia sering diperlakukan tidak manusiawi.

Tak jarang juga ia mendapat celaan. Orang menganggapnya jorok karena tak mandi sebelum dinas. Padahal memang tak bisa mandi saat badan "panas dingin" sehabis terjaga semalaman. Orang menganggapnya tukang tidur karena terlihat selalu tidur dimana dan kapan saja. Padahal memang beberapa menit di kursi atau di lift lah waktu yang bisa ia gunakan untuk beristirahat. Ia kadang disewotin sama pasangan gara-gara merasa kurang diperhatikan. Padahal untuk memerhatikan diri sendiri, kadang ia tidak punya cukup waktu.

Namun, ditengah segala kepayahan itu, ia hanya bisa tertawa. Karena memang hanya itu yang bisa ia lakukan. Bukankah kehidupan juga hanya "senda gurau" ? Lalu buat apa kita bermuram durja memikirkan semua kepayahan itu.

PS : Untuk semua dokter muda dan dokter residen yang sedang menempuh pendidikannya dengan penuh "tawa". :)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages